PANDEGLANG, 86NEWS.CO- Sardil (58) tahun, seorang petani asal kampung Montor Kidul, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, mengaku merasa terbantu oleh program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) yang dikelola Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Program Padat Karya dalam bentuk pembangunan Irigasi di area persawahan Pasir Jabir, Desa Montor itu, selain dapat memperlancar perairan sawah, Program tersebut juga, dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Pembangunan Irigasi ini sangat membantu petani, karena dengan dibangun seperti ini, galengan (tunggal kecil) sawah ini tidak mudah jebol pada saat musim hujan. Terus kami juga bisa lebih mudah untuk mengaliri sawah-sawah ini kami ini,” kata Sardil, Sabtu (06/09) kepada wartawan saat ditemui.
Senada, Marjuki (60) tahun, seorang petani asal kampung Montor Barat, Desa Montor, mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku senang dan puas.
“Bagus atuh, karena biasanya kan kalau musim hujan itu galengan suka jebol, kalau dibangun kaya gini mah sawah sawah juga aman. Kami merasa terbantu juga,” kata Marjuki.
Terpisah, Faiz (35) tahun seorang pemuda yang bekerja di lokasi mengatakan, pihaknya merasa terbantu dan mengaku senang, dengan adanya program pembangunan irigasi itu.
“Saya bersama warga disini bekerja, Alhamdulillah dan hasilnya juga lumayan bisa membantu mencukupi kebutuhan dapur, pastinya senang karena tidak nganggur,” katanya.
Pantauan wartawan di lokasi, proses pengerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) itu telah berlangsung.
Informasi, P3A-TGAI merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum, untuk merehabilitasi, meningkatkan, atau membangun jaringan irigasi melalui partisipasi aktif masyarakat petani melalui sistem swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), atau Induk P3A (IP3A).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, stabilitas harga pangan, kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. (HM/AMD)











