JAKARTA, 86NEWS.CO– Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Ali Hanafia mengatakan, Rahayu Saraswati selaku Anggota DPR RI tidak seharusnya mundur dari amanah politiknya, hanya karena fitnah dan distorsi informasi.
Ketua Umum Seknas Indonesia Maju itu menilai, beredarnya potongan video yang dipelintir oleh pihak tertentu adalah bentuk manipulasi politik yang merusak etika demokrasi.
“Potongan video itu jelas dipelintir untuk membangun persepsi negatif. Ini bukan sekadar menyerang pribadi Rahayu Saraswati, tapi juga merusak kualitas demokrasi kita. Politik tidak boleh dibangun di atas fitnah dan framing,” tegas Rusdi di Jakarta, Selasa (16/09).
Rusdi menambahkan, publik harus jernih melihat konteks sebenarnya, bukan terjebak pada potongan narasi yang dipaksakan.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian melawan distorsi. Jika pemimpin muda seperti Rahayu mundur hanya karena tekanan manipulatif, maka publik lah yang dirugikan,” katanya.
Sebagai pemimpin organisasi kepemudaan dan jaringan kebangsaan, Rusdi juga memberikan dukungan penuh agar Rahayu Saraswati tetap konsisten mengawal aspirasi rakyat.
“Rahayu Saraswati adalah simbol generasi muda yang bersih, berintegritas, dan berani. Amanah rakyat tidak boleh gugur hanya karena serangan opini. Kami mendesak beliau untuk tetap maju, karena bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tahan uji,” katanya. (Haji Merah)











