CILACAP, 86News.co – Sebuah potret nyata kemanunggalan antara aparat dan rakyat tersaji di Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan. Di saat ketergantungan pada alat berat menjadi lumrah, Kades Sidamukti, Personel Polri, dan Anggota Koramil 12 Kedungreja justru memilih cara paling militan: terjun langsung ke sungai dengan tangan kosong demi kepentingan masyarakat.
Dalam momentum TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026, aliran sungai yang tersumbat gunungan eceng gondok setinggi dada manusia dipaksa menyerah.
Tanpa raungan ekskavator, Kepala Desa Sidamukti, Sutrisno, bersama personel TNI dari Koramil 12 Kedungreja, Bapak Untung Turijo, berjibaku di tengah lumpur hitam pekat.
Keduanya menanggalkan gengsi jabatan dan seragam rapi, memilih basah kuyup bersama warga demi membebaskan jalur irigasi yang mati suri.
Untung Turijo dan Kades Sutrisno: Duet Maut di Garis Depan
Aksi heroik Untung Turijo menjadi sorotan utama. Sebagai prajurit teritorial, ia menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal batas air dan lumpur.
Dengan tenaga penuh, ia bahu-membahu bersama Kades Sutrisno menarik ribuan ton gulma yang telah mengakar kuat di dasar sungai.
“Tugas kami bukan hanya membangun jalan beton, tapi memastikan nadi kehidupan warga yaitu air kembali mengalir. Kalau Pak Kades saja berani nyemplung, saya sebagai prajurit TNI harus lebih berani lagi berada di garda depan lumpur ini,” tegas Bapak Untung Turijo di sela kesibukannya mencabut eceng gondok.
Komando Semangat dari Bhabinkamtibmas Eko Sartono
Di bibir sungai, Bhabinkamtibmas Polsek Patimuan, Eko Sartono, bersama Babinsa Desa Sidamukti, berdiri kokoh mengawal aksi massa.
Meski berada di garis tepi untuk mengoordinasikan keselamatan dan teknis estafet gulma, suara lantang dan dukungan moral mereka menjadi bahan bakar semangat bagi ratusan warga yang bekerja secara manual.
Otot Rakyat: Mesin Penggerak Paling Hebat
Ratusan warga Desa Sidamukti yang menyaksikan Kades dan aparatnya rela berdarah-darah di sungai seolah mendapat energi tambahan.
Dengan parang, tali, dan kekuatan otot, mereka membentuk rantai manusia yang tak terputus. Kekuatan swadaya ini membuktikan bahwa semangat “Sengkuyung” jauh lebih efektif daripada mesin mana pun di dunia.
Sinergi TMMD 2026: Membangun Jalan Waluh, Memulihkan Irigasi
Aksi luar biasa ini berjalan beriringan dengan sasaran fisik utama TMMD di bawah pengawasan Danramil 12 Kedungreja, Kapten Infanteri Asep Zaenal:
Pembangunan Jalan Waluh: Akses vital sepanjang 805 meter (rabat beton) dan 114 meter (makadam) sebagai urat nadi ekonomi baru petani.
Rehabilitasi RTLH: Peningkatan kualitas hidup melalui renovasi 7 unit rumah tidak layak huni bagi warga prasejahtera.
Pesan Kuat dari Dasar Lumpur
Kades Sutrisno menegaskan bahwa normalisasi sungai secara manual ini adalah bukti kepedulian bersama yang tulus. “Jalan Waluh yang sedang dibangun TNI-Polri ini akan sempurna jika didukung irigasi yang lancar.
“Kami tidak menunggu keajaiban atau alat berat, kami menciptakan perubahan itu sendiri dengan keringat dan lumpur bersama Bapak Untung Turijo dan warga,” pungkasnya.
Peristiwa di Sidamukti hari ini menjadi saksi bisu bahwa sinergi Kades, TNI, dan Polri adalah pondasi terkuat untuk membawa Kabupaten Cilacap menuju kemajuan yang mandiri. (Tugiman)











