Bandung -86News co –– Kabupaten Sumedang resmi siap menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan barat Provinsi Jawa Barat, seiring dengan peluncuran Kawasan Ekonomi Koridor REBANA (Sumedang, Majalengka, Subang, Indramayu, Kuningan, Cirebon, Kota Cirebon) di wilayah Jawa Barat Kamis 26/026
yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pengembangan pada hari ini. Acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar beserta jajaran Bupati dan Wali Kota dari tujuh daerah yang tercakup dalam koridor ini, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi pembangunan ekonomi berkelanjutan
Kawasan REBANA yang memiliki luas wilayah strategis, dirancang sebagai pusat pengembangan industri berkelas nasional bahkan internasional, dengan fokus pada sektor-sektor unggulan yang dapat menggerakkan roda ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing Provinsi Jawa Barat secara keseluruhan. Salah satu komponen kunci dalam kawasan ini adalah Industrialpolis Buahdua, Ujungjaya, Tomo (Butom) yang terletak di Kabupaten Sumedang, yang telah disiapkan dengan infrastruktur dasar yang memadai dan zona industri yang dirancang untuk menampung berbagai jenis usaha mulai dari industri manufaktur, logistik, hingga sektor teknologi berbasis inovasi.
“Kami telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut investor dari dalam dan luar negeri. Kabupaten Sumedang tidak hanya memiliki lokasi strategis yang terhubung dengan jalur transportasi utama seperti jalan raya nasional, rel kereta api, dan pelabuhan di wilayah sekitarnya, namun juga memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan dukungan kebijakan yang mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Bupati Sumedang dalam sambutannya pada acara penandatanganan.
Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menambahkan bahwa pengembangan Kawasan REBANA merupakan bagian dari rencana jangka panjang Provinsi untuk menyebarkan pembangunan ekonomi yang sebelumnya lebih terpusat di wilayah tengah dan timur Jawa Barat. “Dengan mengembangkan koridor ekonomi di bagian barat, kami berharap dapat menciptakan keseimbangan pembangunan, mengurangi kesenjangan regional, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat Jawa Barat untuk merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi,” jelas Gubernur.
Kerjasama Antar Daerah – Tujuh daerah yang tercakup dalam Kawasan REBANA akan bekerja sama secara sinergis dalam pengelolaan infrastruktur bersama, penataan ruang, dan penyelenggaraan layanan publik untuk mendukung aktivitas industri dan investas
Dukungan Infrastruktur – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan tol yang menghubungkan seluruh kawasan, pembangkit listrik yang memadai, jaringan air bersih, serta fasilitas telekomunikasi berkecepatan tinggi untuk memastikan kelancaran operasional bisnis.Kebijakan Insentif I
nvestasi – Akan diberikan berbagai insentif bagi investor yang berinvestasi di Kawasan REBANA, antara lain pembebasan atau pengurangan pajak dalam jangka waktu tertentu, proses perizinan yang dipercepat melalui sistem satu pintu, serta dukungan dalam hal pengembangan sumber daya manusia lokal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas.
Pengembangan Ekosistem Bisnis – Pemerintah akan mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang saling mendukung, termasuk pembentukan kawasan industri khusus, pusat riset dan pengembangan, serta fasilitas pendukung seperti kawasan perdagangan, perumahan karyawan, dan fasilitas umum lainnya.
Industrialpolis Butom di Sumedang sendiri telah menyediakan lahan industri yang siap digunakan dengan luas mencapai ribuan hektar, dengan pembagian zona berdasarkan jenis industri untuk memastikan kelancaran operasional dan keamanan lingkungan. Selain itu, kawasan ini juga dirancang dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, dengan adanya kawasan hijau, sistem pengelolaan limbah yang terpadu, serta penerapan teknologi ramah lingkungan dalam setiap aktivitas industri.
“Kami telah melakukan sosialisasi kepada berbagai kalangan investor baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, dan beberapa negara di Eropa. Respon yang kami terima sangat positif, bahkan beberapa pihak telah menunjukkan minat untuk melakukan studi kelayakan dan memasangkan investasi mereka di kawasan ini,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumedang.
Selain sektor industri, Kawasan REBANA juga akan mengembangkan sektor pendukung seperti pariwisata berbasis alam dan budaya lokal, pertanian modern, serta sektor jasa yang dapat memberikan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi kawasan secara keseluruhan. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan kawasan ini memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat lokal, melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Acara penandatanganan kesepakatan pengembangan Kawasan REBANA diakhiri dengan penandatanganan naskah kesepakatan oleh Gubernur Jawa Barat beserta para Bupati dan Wali Kota dari tujuh daerah anggota koridor, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa perwakilan asosiasi bisnis dan investor potensial yang telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan ini.
“Kami berharap dengan diluncurkannya Kawasan REBANA, Kabupaten Sumedang dan seluruh wilayah koridor dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di Jawa Barat, yang tidak hanya menguntungkan pihak swasta namun juga memberikan manfaat yang nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Gubernur Deddy Mizwar pada akhir acara.
Penulis.; Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150











