Indonesia Kecam Keras Serangan Yang Menyebabkan Prajurit TNI Gugur di Lebanon Desak Investigasi Transparan dan Tegas

Berita, Uncategorized584 Dilihat
banner 468x60

Jakarta 86News co.-, 1 April 2026 – Kabar duka mendalam menyelimuti seluruh bangsa Indonesia setelah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon. Selain korban jiwa, beberapa prajurit lainnya juga mengalami luka-luka akibat insiden yang terjadi pada akhir pekan lalu. Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas peristiwa ini dan secara tegas mendesak penyelidikan menyeluruh serta transparan agar keberanian dan pengorbanan para prajurit tidak sia-sia.

Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026) ketika serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di kota Ad Shit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, yang menyebabkan Praka Farizal Rhoma Dhon gugur. Selainnya, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Praka Rico telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara dua prajurit dengan luka ringan dirawat di rumah sakit tingkat I UNIFIL.

banner 336x280

Kemudian, pada Senin (30/3/2026), terjadi insiden kedua saat konvoi logistik yang sedang menjalankan tugas pengawalan mengalami serangan, menyebabkan Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur. Dua prajurit lainnya, Letnan Dua Infantri Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit St. George Beirut.

Hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak PBB menunjukkan bahwa proyektil yang menyebabkan insiden pertama kemungkinan besar berasal dari tank militer Israel yang beroperasi di perbatasan, dengan bukti puing-puing peluru tank ditemukan di lokasi kejadian. Sedangkan untuk insiden kedua, serangan diduga dilakukan oleh militer Israel dengan alasan menggempur markas Hizbullah, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa negara memberikan penghormatan dan penghargaan tertinggi kepada para prajurit yang gugur. “Kita memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang telah gugur dalam menjalankan tugas mulia. Mereka telah membawa nama baik Indonesia di mata dunia melalui profesionalisme dan dedikasi tinggi,” ujarnya saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026).

Pemerintah juga memastikan proses pemulangan jenazah akan dilakukan secepat mungkin, dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut telah ditugaskan untuk memantau situasi dan menyiapkan langkah-langkah terkait pemulangan. Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak PBB untuk memastikan penanganan yang optimal bagi korban luka.

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh, transparan, serta objektif untuk mengungkap seluruh detail kejadian, termasuk pelaku dan motif di balik serangan tersebut. “Keberanian dan pengorbanan para prajurit TNI dalam menjaga perdamaian dunia tidak boleh sia-sia. Kita akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi mereka,” demikian bagian dari pernyataan tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan bahwa TNI sedang menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL untuk mendapatkan informasi lengkap. “Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL. TNI juga akan menginstruksikan prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas perdamaian di Lebanon dan telah menyiapkan langkah-langkah kontingensi menghadapi dinamika situasi di daerah misi,” jelasnya.

Lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya para prajurit. Mereka menegaskan bahwa penyerangan terhadap kontingen Indonesia merupakan penyerangan terhadap negara Republik Indonesia dan mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta terukur dalam membela kehormatan dan kedaulatan bangsa. Selain itu, AWG juga mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan para prajurit TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Praka Farizal Rhoma Dhon merupakan anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti yang bergabung dalam misi perdamaian UNIFIL sejak April 2025 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Mei 2026. Ia dikenal sebagai prajurit yang ramah, rajin beribadah, dan memiliki dedikasi tinggi, serta meninggalkan istri dan seorang anak berusia dua tahun.

Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan juga dikenal sebagai personel yang profesional dan berkomitmen tinggi dalam menjalankan tugas. Mereka telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga stabilitas keamanan internasional dan berkontribusi pada upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Indonesia telah lama berperan aktif dalam misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia, termasuk di Lebanon. Saat ini, sekitar 1.200 prajurit TNI menjadi bagian dari UNIFIL yang memiliki total sekitar 10.000 personel dari berbagai negara. Misi UNIFIL sendiri bertujuan untuk memantau situasi keamanan di sepanjang garis demarkasi antara Lebanon dan Israel serta berkontribusi pada terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Pengorbanan para prajurit TNI di Lebanon menjadi pengingat akan risiko yang harus dihadapi dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam mewujudkan ketertiban dunia sesuai dengan amanat konstitusi. Pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya perdamaian internasional dan memastikan bahwa pengorbanan para prajurit tidak akan terlupakan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan insiden ini, dapat menghubungi Kantor Pers Mabes TNI atau Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Penulis : Wawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *