INDRAMAYU -86News – Seruan aksi unjuk rasa jilid kedua dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) kembali menguat. Pamflet bertajuk “Demo Jilid II” dengan estimasi 10 ribu massa telah beredar luas di media sosial X dan WhatsApp sejak Minggu, 26 April 2026. Aksi ini menjadi lanjutan penolakan terhadap program Revitalisasi Tambak Pantura yang dinilai merugikan warga pesisir, khususnya para petambak.
KOMPI menyatakan aksi akan digelar Kamis, 30 April 2026. Massa dari empat kecamatan pesisir dijadwalkan berkumpul di Area Parkir Kuliner Cimanuk pukul 09.00 WIB, lalu bergerak menuju Pendopo Bupati Indramayu sebagai titik utama aksi.
Koordinator Umum KOMPI, Hatta Bintang, bersama Ketua KOMPI H. Darsam dan jajaran pengurus menjadi koordinator lapangan. “Benar, KOMPI akan menggelar demo jilid II dengan kekuatan sekitar 10 ribu massa dari empat kecamatan,” tegas Hatta.
Aksi ini dipicu kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Indramayu yang belum merespons tuntutan masyarakat. Tuntutan utama KOMPI adalah pembatalan Nota Kesepahaman atau MoU antara Bupati Indramayu dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait proyek Revitalisasi Tambak Pantura. KOMPI menilai program tersebut berpotensi merampas lahan garapan petambak di kawasan tanah Perhutani dan tanah timbul di empat kecamatan pesisir.
Sebelumnya, KOMPI sudah menggelar aksi pada awal April 2026 dan mengirim surat audiensi kepada Bupati pada 15 April 2026. Namun hingga kini belum ada jawaban resmi dari pemerintah daerah. Surat pemberitahuan aksi jilid II sendiri telah dilayangkan ke kepolisian pada 25 April 2026 dan kini beredar di publik.
Di tengah rencana aksi, jurnalis dan masyarakat mengimbau agar demonstrasi berlangsung damai. Peserta diminta menjaga ketertiban, tidak mengganggu aktivitas publik, serta mengikuti aturan hukum yang berlaku.
Aksi ini diprediksi menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar di Indramayu dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya dinilai akan menentukan arah polemik Revitalisasi Tambak Pantura yang masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
_(krn)_











