Jawa Barat -86News co.- Di balik tajamnya pena dan kuatnya suara kamera, ada air mata perjuangan yang jarang terlihat. Wartawan… sosok yang setiap hari berlari mengejar fakta, menerjang hujan, panas, ancaman bahkan hinaan demi menyuarakan kebenaran untuk masyarakat.
Mereka hadir saat rakyat membutuhkan suara.Mereka berdiri paling depan saat ketidakadilan terjadi. Mereka menjadi jembatan informasi agar bangsa tidak gelap oleh kebohongan.
Namun ironis…Di saat wartawan memperjuangkan hak rakyat, justru hak mereka sendiri sering diinjak-injak!
Banyak wartawan bekerja siang malam tanpa mengenal waktu. Mengorbankan keluarga, tenaga, bahkan keselamatan. Tetapi ketika hak pembayaran dipertanyakan, yang datang justru penghinaan dan tawa sinis para penguasa yang lupa siapa yang selama ini membantu membesarkan nama mereka.
“Datang saat butuh diberitakan…
Hilang saat wartawan menagih haknya…”
Sungguh miris! Padahal tanpa media dan wartawan, suara pembangunan tak akan terdengar. Program pemerintah tak akan sampai ke masyarakat. Prestasi pejabat tak akan dikenal publik.
Wartawan bukan pengemis!
Wartawan adalah pilar demokrasi!
Mereka bukan untuk dihina, tetapi dihargai.
Negeri ini terlalu sering memuji kebebasan pers di atas panggung, namun melupakan kesejahteraan insan pers di belakang layar. Banyak wartawan tetap tersenyum di tengah tekanan, tetap menulis di tengah keterbatasan, tetap menyuarakan kebenaran meski perut lapar dan haknya
Wahai para penguasa…
Jangan hanya mencari wartawan saat membutuhkan publikasi. Jangan tutup mata saat mereka menuntut hak yang seharusnya diberikan dengan hormat.
Karena suara wartawan adalah suara rakyat. Dan pengabdian mereka untuk negeri ini tidak ternilai harganya.
( Red/ Wawan )
**Hidup Wartawan!**
**Tegak Lurus Menyuarakan Kebenaran!**
**Lawan Ketidakadilan, Lawan Pembungkaman!** https://www.youtube.com/watch?v=b_3Fn7MIngk











