MBG Belum Merata di Nias Utara, 2 Kecamatan 3T Masih Kosong: Orang Tua Protes, Anak Kami Dianaktirikan

Berita, Uncategorized296 Dilihat
banner 468x60

Nias Utara, 86News.co – Program Makan Bergizi Gratis [MBG] Presiden Prabowo Subianto belum menjangkau seluruh pelajar di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Dari 11 kecamatan dan 1 kelurahan, 2 kecamatan wilayah 3T yakni Afulu dan Tugala Oyo hingga 5 Juni 2026 belum menerima MBG. Kondisi ini memicu protes orang tua siswa yang merasa anaknya tidak mendapat hak yang sama.

Menurut data yang dihimpun 86News.co, selain Afulu dan Tugala Oyo, beberapa sekolah di kecamatan lain juga disebut belum tersalurkan program tersebut.

banner 336x280

“Anaknya merasa dianaktirikan karena hak itu sama. Kenapa anak sekolah lain dapat, anak kami tidak. Program ini sudah mau satu tahun, kalau dihitung sudah berapa ruginya anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua siswa yang menolak namanya ditulis.

Respons Pemda: Geografi 3T Jadi Tantangan Utama

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu saat dikonfirmasi via WhatsApp menjawab singkat: “Kita akan perjuangkan”.

Wakil Bupati Yusman Zega menjelaskan kendala teknis. Salah satunya aturan MBG yang mewajibkan makanan sampai ke sekolah dalam 30 menit.

“Saya kurang tahu secara pasti pak. Mungkin pemodal yang mau mendirikan dapur belum banyak. Dapur mandiri harus sampai makanan dalam 30 menit, sementara di lokasi 3T banyak akses tidak dapat dijangkau kendaraan. Untuk lebih detail hubungi Sekda sebagai ketua satgas dan Desman Harefa selaku koordinator SPPI Nias Utara,” kata Yusman.

Sekda Nias Utara Bazatulo Zebua selaku Ketua Satgas MBG Nias Utara memaparkan progres. Peran satgas fokus mendorong percepatan pembangunan dapur.

“Saat ini SPPG mandiri yang sudah beroperasi ada 14 dapur di 9 kecamatan. Sementara 2 kecamatan belum sampai MBG yaitu Tugala Oyo dan Afulu, akibat kondisi geografis sulit dijangkau SPPG Mandiri,” jelas Bazatulo.

Untuk daerah 3T, Pemda menyebut sudah ada 27 titik calon SPPG Daerah dengan SK investor terbit. Dari jumlah itu, 6 dapur 3T sudah terbangun dan terverifikasi siap operasi. Sisanya masih dalam proses pembangunan.

“Kami berharap terus bertambah dapur MBG yang beroperasi agar menjangkau seluruh sekolah di Nias Utara,” katanya.

Konteks Nasional MBG merupakan program prioritas nasional untuk menurunkan stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Targetnya seluruh satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK sederajat terlayani. Namun untuk daerah 3T, 3T, 3T dan kepulauan, Badan Gizi Nasional memang menghadapi tantangan logistik, infrastruktur jalan, dan keterbatasan investor dapur.

Keterlambatan di Nias Utara menambah daftar evaluasi nasional pemerataan MBG. Kementerian dan BGN sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, terluar agar tidak ada siswa yang tertinggal.

Harapan ke Depan.Orang tua siswa di Afulu dan Tugala Oyo berharap percepatan pembangunan dapur 3T segera terealisasi agar anak-anak mereka ikut menikmati MBG pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Pemkab Nias Utara menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional dan calon investor agar 27 titik SPPG 3T yang sudah ber-SK segera beroperasi penuh.

Hingga berita ini diturunkan, Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pasti operasional MBG di Kecamatan Afulu dan Tugala Oyo. (Fzal)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *