PANGANDARAN, 86News.co – Curah hujan tinggi Bupati Jeje Wiradinata turun ke lokasi tendampak Banjir di Pangandaran. Ratusan rumah dan pesawahan terendam.
Diketahui, 176 rumah warga terendam banjir di Desa Maruyusari Kecamatan Padaherang dan 295 Hektar sawah. Banjir terjadi karena luapan sungai citanduy.
Tidak hanya Bupati Jeje Wiradinata termasuk Bupati terpilih Citra Pitriyami dan sejumlah anggota DPRD, BPBD, Dinas Pertanian, PUPR, TNI, POLRI, dan unsur pemerintah setempat meninjau lokasi banjir.
Jeje mengecek lokasi banjir dan melihat aktivitas sejumlah warga yang berada di halaman rumahnya masing-masing.
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, banjir ini selalu terjadi dalam setiap tahunnya namun saat ini di Desa Maruyungsari baru yang pertamakali mengalami banjir tentu pihaknya akan mencoba mencari jalan keluar.
“Kita cari solusinya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Karena, seumur umur di sini baru terjadi banjir,” ucapnya saat di Wawancara di lokasi banjir, Sabtu 14 Desember 2024.
Menurutnya, sudah berbicara dengan kepala Desa dan pihak BBWS Citanduy terkait bagaimana jalan keluarnya.
“Tadi, dulu itu katanya sudah ada solusinya. Tapi, tanah masyarakat enggak mau diambil untuk membuat tanggul,” katanya.
Makanya, hari Minggu (14/12) kepala Desa Maruyusari harus sudah silaturahmi dengan masyarakat dan nanti hari Selasa-nya (16/12) bisa dikerjakan oleh BBWS Citanduy.
“Karena, kondisi curah hujan di Pangandaran masih cukup tinggi dan diprediksi sampai bulan Januari 2025 depan,”
Selain itu Kadis Pertanian Yadi Gunawan menyampaikan, untuk di wilayah desa Maruyungsari pesawahan yang terendam ada 295 Hektar dari jumlah sawah baku 356 Hektar.
“Jadi hanya sedikit yang tidak terdampak, yang terdampaknya cukup luas, beruntungnya para petani baru melakukan pengolahan lahan belum ke tanam,” ujar Yadi.
Untuk penanganannya, kata Yadi, perlunya kerjasama dengan steakholder yang lainnya, tidak bisa hanya satu Dinas saja.
“Misalkan BBWS, dan untuk di kabupatennya Dinas PUPR atau PSDA, untuk Dinas Pertanian akan lebih ke mendorong dan kolaborasi karena dampak yang sangat terasa yaitu petani,” pungkasnya.
(Eris)











