Garut, 86News.co – Organisasi Wanita Hebat Garut (WAHEGAR) menggelar peringatan Milad ke-3 dengan mengusung tema “Wanita Garut Berkebaya untuk Dunia”.
Acara berlangsung meriah di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, tanggal 4 Juni 2025 hari Rabu Jl. Kiansantang No. 2, Kecamatan Garut Kota, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, Bupati Garut yang diwakili oleh Kepala BKBBN H. Yayan Waryana, Dandim 0611/Garut yang diwakili oleh Pasandi Kodim 0611/Garut Letda Cba Nurwanda, Kapolres Garut yang diwakili oleh Paur Wat Pers Ipda Rika, Ketua WAHEGAR Kabupaten. Garut Susilawati, Dewan Penasehat WAHEGAR Anggota DPR RI Hj. Imas Aan Ubudiyah Tokoh masyarakat, serta tamu undangan.
Acara ini dihadiri sekitar 80 organisasi wanita masing masing mewakili 2 orang Dari organisasi wanita undangan lainnya dan merupakan kolaborasi dengan Kongres Pejuang Wanita Indonesia (KPWI) Jawa Barat.
Ketua Panitia Milad, Ibu Ani Suhartini, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan semangat untuk terus melanjutkan perjuangan perempuan Garut yang terinspirasi dari pahlawan nasional seperti Lasminingrat, Cut Nyak Dhien, R.A. Kartini, dan Dewi Sartika.
“Kami akan terus melangkah, sekecil apapun langkah itu tetap berarti. Semoga WAHEGAR abadi hingga 100 tahun mendatang sebagai tonggak perjuangan perempuan Garut untuk dunia,” ujar Ani penuh semangat.
Kebaya sebagai Diplomasi Budaya
Mewakili Bupati Garut, Kepala BKBBN H. Yayan Waryana, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kegiatan yang mengangkat peran perempuan dalam pembangunan daerah serta pelestarian budaya, khususnya kebaya.
“Kita jadikan kebaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi inspirasi masa depan. Mari kita bangun gerakan bersama dalam diplomasi budaya melalui kebaya,” ungkapnya.
Ketua WAHEGAR Kabupaten Garut, Ibu Susilawati, S.Pd., M.Pd., juga menekankan bahwa kebaya merupakan simbol keanggunan dan jati diri perempuan Indonesia.
“Berkebaya bukan kampungan. Itu elegan dan penuh makna. Ini budaya yang harus dijaga agar tidak punah oleh modernisasi,” tegasnya.
Sinergi dan Pelatihan untuk Pemberdayaan
WAHEGAR terus berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Garut dalam pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan, pendidikan gratis, hingga pengembangan koperasi.
“Kami ingin wanita Garut bangkit, memanfaatkan SDA dan memperkuat SDM. WAHEGAR bukan sekadar nama, ini roh perjuangan,” kata Susilawati.
Dukungan dari DPR RI
Dewan Penasehat WAHEGAR, Hj. Imas Aan Ubudiyah, M.M.Pd., yang juga Anggota DPR RI Komisi VI, turut memberikan motivasi serta arahan strategis.
Ia mendorong perempuan Garut untuk aktif dalam mengelola dan mengkritisi anggaran, serta mengambil peran penting dalam koperasi melalui program-program nasional seperti KUR dan Koperasi Merah Putih.
“Perempuan tidak hanya konco wingking. Mereka kini menjadi pengelola anggaran dan agen perubahan. WAHEGAR harus jadi pengawas dan mitra kritis pembangunan daerah,” tandasnya.
Ia juga menyebut bahwa Garut telah melahirkan perempuan-perempuan hebat, seperti dirinya, Teh Rieke Diah Pitaloka, dan Mulan Jameela, sebagai bukti bahwa perempuan Garut mampu menembus kancah nasional. Tutupnya
Milad ke-3 WAHEGAR berlangsung aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Momentum ini menjadi cerminan kuatnya tekad perempuan Garut untuk terus melangkah maju, menjaga budaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.
MUKRIN











