Pangandaran, 86News.co – Desa Maruyung Sari di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kini menjadi mercusuar keberhasilan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian tembakau.
Di bawah kepemimpinan inovatif Kepala Desa Bapak Tusiman, para petani tembakau di desa ini tak hanya melihat peningkatan signifikan dalam produktivitas, tetapi juga merasakan lonjakan kesejahteraan yang membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat.
Selama bertahun-tahun, tembakau telah menjadi tulang punggung ekonomi Maruyung Sari. Namun, di era Bapak Tusiman, potensi komoditas ini benar-benar terwujud.
Berkat berbagai program strategis dan dukungan penuh pemerintah desa, petani tembakau Maruyung Sari kini menikmati panen yang melimpah dan harga jual yang stabil.
Sorotan Media dan Kepemimpinan Visioner
Keberhasilan Desa Maruyung Sari menarik perhatian luas.
Awak media dari berbagai platform datang langsung ke desa untuk mewartakan kisah sukses ini, mewawancarai para petani, dan mengamati langsung geliat ekonomi yang tercipta.
Tusiman, yang dikenal dekat dengan warganya, telah menginisiasi program-program vital seperti pelatihan budidaya tembakau berkualitas tinggi, pemanfaatan teknologi pertanian modern, dan praktik pascapanen yang efektif.
Tak hanya itu, ia juga aktif membangun kemitraan dengan pabrik rokok dan distributor untuk memastikan jalur pemasaran yang efisien dan menguntungkan bagi petani.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif dua kelompok tani utama: Kelompok Tani Tirta Sari Dua yang dipimpin oleh Bapak Mino, dan Kelompok Tani Ngudi Rahayu di bawah kepemimpinan Bapak Juhendra.
Kedua kelompok ini beranggotakan total 62 orang petani yang menjadi motor penggerak dalam penerapan praktik pertanian terbaik dan penyebaran inovasi di antara sesama petani.
“Kami sangat bersyukur atas bimbingan dari Bapak Kepala Desa Tusiman,” ujar Slamet, seorang petani senior.
Beliau membuka peluang bagi kami untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Kini, kami bisa menyekolahkan anak-anak dan merenovasi rumah.
Harapan untuk Infrastruktur dan Gudang Penyimpanan dari Bea Cukai, Meskipun demikian, para petani tembakau Maruyung Sari memiliki harapan besar kepada Dinas Bea dan Cukai.
Mino, Ketua Kelompok Tani Tirta Sari Dua, mengutarakan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan menuju area produksi tembakau.
“Jalan yang layak akan sangat membantu kelancaran distribusi hasil panen, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi kerja kami,” harapnya.
Senada dengan itu, Juhendra, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, menambahkan permohonan untuk pembangunan gudang penampungan hasil tembakau.
“Saat ini, kami kesulitan menyimpan hasil panen dengan baik, terutama saat panen raya. Gudang yang layak akan menjaga kualitas tembakau kami dan memberikan nilai tambah yang besar,” jelas Juhendra.
Kepala Desa Tusiman menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ini adalah pencapaian kita bersama. Visi kami adalah menjadikan Maruyung Sari sebagai desa mandiri dan sejahtera, dengan pertanian tembakau sebagai pilar utamanya, Kami akan terus berinovasi dan menyampaikan aspirasi petani kepada pihak terkait seperti Bea Cukai,”tegas Tusiman
Dampak Positif yang Meluas
Peningkatan pendapatan petani tembakau telah menciptakan efek domino yang positif di Maruyung Sari.
Daya beli masyarakat meningkat, mendorong pertumbuhan sektor usaha lain di desa, mulai dari warung kelontong, jasa transportasi, hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini menjadikan Maruyung Sari contoh nyata desa yang berhasil mengoptimalkan potensi lokalnya.
Kisah sukses Desa Maruyung Sari di bawah kepemimpinan Kepala Desa Tusiman diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi lokal demi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Tentang Desa Maruyung Sari:
Desa Maruyung Sari terletak di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Mayoritas penduduknya adalah petani, dengan tembakau sebagai salah satu komoditas utama yang mendongkrak perekonomian desa.
(Tugiman)











