Sejarah Bhineka Tunggal Ika Sebagai Tonggak Keluhuran budaya Bangsa Wujud Apresiasi Hari Kebudayaan Indonesia

Berita, Opini2820 Dilihat
banner 468x60

86NEWS.CO – Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. Semboyan ini berasal dari kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular pada abad ke-14, pada masa kerajaan Majapahit.

Dalam kitab tersebut mengajarkan toleransi antara umat Hindu dan Buddha, dan frasa ini kemudian menjadi tonggak atau dasar persatuan bangsa Indonesia yang beragam, inilah kebudayaan Indonesia warisan para leluhur bangsa.

banner 336x280

Berikut adalah sejarah Bhinneka Tunggal Ika:

1. Abad ke-14: Frasa Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa pertama kali muncul dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga pada masa Kerajaan Majapahit.

2. Konsep Toleransi: Kitab Sutasoma menekankan pentingnya toleransi antara umat Hindu dan Buddha yang hidup berdampingan di Majapahit.

3. Perumusan Semboyan: Setelah Indonesia merdeka, Bhinneka Tunggal Ika diusulkan menjadi semboyan negara oleh Soekarno pada sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat pada 11 Februari 1950.

4. Lambang Negara: Semboyan ini kemudian menjadi bagian dari lambang negara, Garuda Pancasila, dan diresmikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 yang ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 1951.

Oleh karena itu maka tanggal 17 Oktober 1951 saat Presiden Soekarno bersama Perdana Menteri Mohammad Natsir menetapkan semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai slogan bangsa, maka momen tersebut merupakan rangkaian puncak dari proses panjang konsolidasi politik kebudayaan yang dimulai sejak zaman Majapahit, ketika Mpu Sutasoma menulis Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa hingga Indonesia Merdeka.

Dengan demikian penetapan Hari Kebudayaan pada 17 Oktober oleh Kementerian Kebudayaan adalah cara kita menghargai narasi kebangsaan yang dibangun melalui budaya yang patut kita apresiasi dengan dukungan sepenuh hati.

Melalui kesempatan yang baik ini kami sebagai pemerhati Kesejarahan & Budaya sekaligus aktif sebagai Pengurus Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG) dan juga termasuk dalam forum Dewan Kebudayaan Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kebudayaan yang telah menetapkan Hari Kebudayaan Pada Tanggal 17 Oktober yang telah sesuai dengan sejarah dan perjalanan budaya bangsa yakni Bhineka Tunggal Ika Sebagai Tonggak Keluhuran budaya Indonesia.

Rahayu…

Oleh : Kang Oos Supyadin SE MM, Pemerhati Kesejarahan & Budaya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *