Anggota Dewan Holik Dukung Penuh Pembangunan SIHT Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Berita, Pemerintahan1901 Dilihat
banner 468x60

Pangandaran, 86News.co – Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi Gerindra, Holik, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) yang berlokasi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya.

Ia menyebut bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi wilayah.

banner 336x280

Pembangunan SIHT resmi dimulai pada Kamis, 7 Agustus 2025, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Pangandaran, H. Ino Darsono.

Holik mengungkapkan bahwa kehadiran SIHT akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Terlebih lagi, SIHT ini merupakan yang pertama di Jawa Barat.

“Saya sebagai putra daerah sangat bangga. Apalagi ini merupakan yang pertama di Jawa Barat,” ujar Holik kepada sejumlah wartawan usai acara peletakan batu pertama.

Ia menambahkan bahwa ke depan, SIHT diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan daerah dari sektor cukai, serta menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menginisiasi pembangunan ini. Berkat perjuangan mereka, sentra tembakau ini bisa terwujud,” tambahnya.

Holik juga berharap agar ke depannya Kabupaten Pangandaran tidak hanya menjual bahan mentah hasil tembakau, tetapi juga mampu memproduksi barang jadi hasil olahan sendiri.

“Prinsipnya sekarang adalah hilirisasi. Jadi, hasil tembakau yang dijual ke luar daerah sudah dalam bentuk produk jadi. Dengan begitu, pendapatan daerah bisa meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, pembangunan akan difokuskan pada gedung utama. Selanjutnya, akan dibangun areal parkir dan pagar pembatas.

Tedi menambahkan bahwa pembangunan SIHT secara keseluruhan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Untuk tahap pertama, pembangunan gedung utama menelan biaya sebesar Rp2,6 miliar, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. Pusat industri ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare. (Ris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *