Pangandaran, 86News.co – Sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengajar yang bertujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada peserta didik. Selain itu juga untuk memupuk perkembangan pribadi dan sosialnya peserta didik.
Maka dari itu untuk para orang tua harus selektif saat memilih sekolah untuk anak-anaknya. memilih yang terbaik, salah satunya adalah baik lingkungan teman-teman sekolahnya.
Kasus Video Porno yang sedang viral karena diperankan oleh anak yang masih duduk di bangku sekolah sangat memprihatikan dunia pendidikan di Cilacap Jawa Tengah dan Pangandaran Jawa Barat.
AR (16 Thn) pemeran dalam video porno yang viral belakang ini diketahui bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) 1 Pangandaran.
Saat di temui oleh wartawan, Ayah AR mengatakan Saya pernah dipanggil oleh pihak sekolah SMK N 1 Pangandaran karena anak saya tersandung kasus. Saya disekolah disuruh menandatangani surat pernyataan.
“Jadi kalau sekali lagi anak saya kena kasus lagi ya sudah pasti di drop out (DO) dari sekolah, karena kemarin itu adalah kesempatan terakhir,”jelasnya.
Untuk menelusuri kebenarannya, wartawan berusaha untuk mengkonfirmasi kepada pihak sekolah.
Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala SMK N 1 Pangandaran saat di temui oleh wartawan pada Senin 15 September 2025 mengatakan, bahwa pihaknya tidak tahu, nanti akan di cek dulu nama siswanya. Singkatnya
Karena belum menerima informasi yang falid dari pihak Sekolah, pada Selasa 16 September 2025 wartawan mendatangi sekolah guna konfirmasi kembali. Tetapi “PLT Kepala sekolah sedang pergi entah kemana” kata Guru di SMK N 1 Pangandaran yang sedang piket.
Pentingnya dalam kasus ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah provinsi, Dinas Pendidikan dan Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan (KPAI) Provinsi Jawa Barat untuk turun tangan, mengingat pemeran didalam video porno tersebut adalah anak dibawah umur yang masih duduk di bangku sekolah.
Sampai berita ini diterbitkan, wartawan belum menerima jawaban dari pihak sekolah mengenai AR pemeran laki-laki, diharapkan pihak sekolah tidak menghindar dan mau memberikan informasi yang falid kepada wartawan.
Red/ Siswanto











