PANDEGLANG, 86NEWS.CO- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang melalui Bidang Rehabilitasi Sosial, mengunjungi Jumanah (60) tahu, seorang perempuan lanjut usia (Lansia) lumpuh dan terlantar, di kampung Montor Timur, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Senin (22/09).
Kunjungan tersebut, dilakukan pihak Dinas Sosial itu, merespon kritik dari Komisi IV DPRD Pandeglang, yang sebelumnya mendorong agar Dinsos bisa lebih selektif dalam melakukan pendataan pada penerima Bantuan Sosial (Bansos) di setiap wilayah di Pandeglang.
“Kami tadi sudah home visit (cek lokasi) dari Montor, dan melihat kondisi ibu Jumanah” kata Enok, Pejabat Fungsional Bidang Rehabilitasi Sosial, Senin (22/09) kepada wartawan melalui keterangan tertulis.
Selain meninjau langsung kondisi Jumanah, Dinsos Pandeglang juga menyarankan kepada Pemerintah Desa Montor untuk segera membuatkan administrasi kependudukan (Adminduk) untuk Jumanah, yang saat ini kondisinya lumpuh dan sebatang kara itu.
Menurut Enok, hal itu dilakukan agar, data Jumanah (60) sebagai warga negara yang masuk kategori lansia itu bisa segera diusulkan sebagai penerima Bansos, baik dari Kabupaten maupun Provinsi.
“Kami menyarankan ke desa untuk menempuh langkah pembuatan Adminduk dan mengusulkan data melalui operator desa, supaya bisa diusulkan bantuan sosial,” kata Enok, kepada wartawan.
Diketahui, dari hasil investigasi wartawan Media Group Kicau di lapangan, Jumanah (60) selama ini hidup tanpa dokumen kependudukan sebagaimana warga negara Indonesia pada umumnya.
Dengan kondisi lumpuh dan hidup sebatang kara, membuat Jumanah, semakin rentan, namun luput dari perhatian pemerintah.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Tb. Udi Juhdi, menegaskan bahwa kasus Jumanah menjadi bukti lemahnya sistem pendataan Dinsos.
“Seharusnya Ibu Jumanah otomatis masuk daftar penerima. Tapi faktanya tidak. Ini karena Dinsos tidak selektif dalam verifikasi. Ini catatan buruk,” kata Udi Juhdi, Minggu (21/09) kemarin.
Politisi Gerindra itu menekankan agar Dinsos Pandeglang bisa segera memperbaiki sistem verifikasi penerima Bansos dan memastikan kasus serupa tidak terulang.
“Kami di DPRD akan memberi bantuan swadaya sebisa kami. Tapi yang paling penting, Dinsos harus menjadikan kasus Ibu Jumanah ini prioritas. Bansos harus tepat sasaran, jangan sampai yang berhak terabaikan, sementara yang mampu justru menikmati,” terangnya.
Senada dengan pihak Dinsos Pandeglang, Plt. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pagelaran, Amid mengatakan, kunjungan pihak Dinsos Pandeglang ke Desa Montor membawa banyak manfaat.
“Tadi sudah ada kunjungan dari Dinsos, Alhamdulillah. Nanti jika sudah dibuatkan Adminduk nya, nanti pihak dinas juga akan memprioritaskan ibu Jumanah.” Kata Amid.
Amid menjelaskan bahwa, kedatangan pihak Dinsos Pandeglang itu, membawa harapan dan angin segar bagi keluarga Jumanah, yang saat ini kondisinya lumpuh akibat mengambil air dari sumur itu.
“Jadi tadi juga diberikan bantuan lagi, itu pihak Dinsos memberikan sembako, bentuknya banyak, ada beras, susu dan lain-lain,” terangnya. (Haji Merah)
















