Publik Apresiasi Presiden Beri Rumah Subsidi ke WPR, Pengamat: Bukti Nyata Prabowo Atasi Kesenjangan Sosial-Ekonomi Rakyat

Berita, Nasional882 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, 86News.co – Analis kebijakan pemerintah dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung memberikan apresiasi setingggi tingginya kepada Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto Prabowo atas langkah konkret serahkan 26.000 Rumah Subsidi untuk Warga Penghasilan Rendah (WPR) tersebar di 33 provinsi seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami sangat apresiasi atas langkah konkret pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang dinilai telah menunjukkan komitmen keberpihakan pada masyarakat miskin.

banner 336x280

“Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah dan generasi muda yang sedang meniti kariernya,” ujar Nasky dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, pada Senin (29/9/2025).

Diketahui, Presiden RI, Prabowo Subianto memimpin prosesi akad massal dan penyerahan 26.000 rumah program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025). Rumah itu diserahkan kepada warga berpenghasilan rendah (MBR).

Pemerintah sendiri telah meningkatkan kuota rumah subsidi FLPP dari 220.000 menjadi 350.0000 pada 2025. Dengan akad massal ini, diharapkan target 350.000 penyaluran rumah subsidi FLPP dapat segera tercapai dan mendorong terwujudnya program 3 juta rumah.

Nasky menjelaskan, Bahwa kemerdekaan sejati bukan berarti hanya lepas dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari ketimpangan sosial ekonomi. Pemberian 26 ribu rumah subsidi untuk warga berpenghasilan rendah menjadi salah satu wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial ekonomi.

“Menurutnya, Tujuan mulia dari program tiga juta rumah rakyat dari Presiden Prabowo untuk warga berpenghasilan rendah dinilai memberikan akses hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah, serta mempersempit kesenjangan antara masyarakat kota, desa, dan pesisir,” paparnya.

“Selain untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat, salah satu tujuan mulia dari program Presiden Prabowo tersebut ialah menjawab kebutuhan sekitar 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah dan merenovasi sebanyak 26,9 juta rumah yang tidak layak huni,” sambungnya.

Oleh karena itu, Alumnus Indef school of potical economy (ISPE) Jakarta Nasky menilai, Program ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya transformasi progesivitas pemerintahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan jumlah rumah subsidi untuk masyarakat terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Pemberian rumah subsidi bagi warga berpenghasilan rendah, menjadi bukti nyata dan komitmen dari pemerintah untuk membantu masyarakat medapatkan rumah yang layak dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Selain itu, Nasky menambahkan, Presiden Prabowo dinilai ingin meningkatkan kualitas hidup dan pemberdayaan ekonomi lokal. Pembangunan rumah ini tentu saja diiringi dengan peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih,” tambahnya.

Nasky menyebut, Dengan pendekatan terintegrasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan sosial ekonomi wilayah.

Maka program 3 Juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo nantinya diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. “Selanjutnya, kata Dia, Pemberian 26 ribu rumah subsidi untuk warga berpenghasilan rendah merupakan penjabaran dari asta cita Presiden Prabowo,” ucapnya.

Disisi lain, Nasky menyarankan agar program tersebut berjalan dengan baik dilanjutkan dengan pengembangan infrastruktur dan membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi bertujuan untuk menyediakan hunian layak, terjangkau, dan sustainable bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Program ini diharapkan bukan hanya slogan, tapi aksi kerja nyata dan tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, Founder Nasky Milenal Center menegaskan, Implementasi dari program 3 Juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang untuk masalah bagi warga yang tidak memiliki rumah layak huni.

“Publik berharap program ini bukan sekadar program pembangunan fisik, tapi strategi besar dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo,”tuturnya.

Oleh sebab itu, Ia mengajak seluruh elemen bangsa, untuk bersama-sama mengawal, mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program tiga juta rumah rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo agar bisa terealisasi secara bertahap dan merata untuk warga berpenghasilan rendah.

“Ini wujud kerja nyata, sebagai komitmen konkret Presiden Prabowo untuk mewujudkan program tiga juta rumah rakyat (membangun dan merenovasi) selain kuotanya semakin meningkat, kualitasnya semakin bagus dan tempatnya strategis,” pungkasnya.

Publik menyakini, Presiden Prabowo Subianto ingin bangsa Indonesia dan masyarakat nya maju, berdaulat dan sejahtera. “Dukungan publik sangat penting. Pemerintah sudah bergerak, kini saatnya semua pihak ikut terlibat,” serunya.

Sementara itu, Jika masih adanya kekurangan dalam program tersebut tentu hal yang wajar dari sebuah kebijakan, karena tidak bisa mengharapkan langsung sempurna. Dukungan publik sangat penting agar kritik, saran dan realisasinya dapat terwujud secara bertahap dan tepat sasaran, tanpa diskriminatif,”tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi akad massal dan penyerahan 26.000 rumah program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025). Rumah itu diserahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Negara menyebut pemerintah menargetkan pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat.

Menurutnya, target 3 juta unit tersebut harus dikejar dengan semangat tinggi sebagaimana pesan proklamator Bung Karno untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit.

“Gantungkan lah cita-citamu setinggi langit, kalau kau tidak sampai paling sedikit kau akan jatuh di antara bintang-bintang. Sebanyak 3 juta rumah seolah sesuatu yang sulit dikejar, memang. Tugas kita sebagai pemimpin, pemimpin yang transformatif dan berbuat perubahan ke arah yang baik untuk rakyat,” kata Prabowo. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *