CILACAP, 86News.co – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus menunjukkan komitmen tinggi dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dikelola, dengan memfokuskan upaya pada peningkatan produksi getah pinus. Getah pinus merupakan salah satu komoditas utama yang vital bagi pendapatan Perum Perhutani.
Administratur KPH Banyumas Barat, Bapak Eka Cahyadi, S.Hut., secara langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya agar bersungguh-sungguh dalam mengawal laju produksi.
Arahan khusus diberikan kepada jajaran Asisten Perhutani (Asper) dan Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), termasuk Asper BKPH Wanareja, untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan target perusahaan tercapai.
“Produksi getah pinus adalah urat nadi utama kita saat ini.
Saya minta seluruh jajaran, terutama para Asper seperti di BKPH Wanareja, untuk bersungguh-sungguh dalam pengawalan.
Jangan hanya menunggu laporan, tapi harus turun ke lapangan, memastikan teknik penyadapan berjalan benar, dan volume yang dihasilkan maksimal,” tegas Bapak Eka Cahyadi.
Strategi Pengawalan dan Peningkatan Kualitas
Upaya peningkatan produksi ini dilakukan melalui beberapa strategi kunci di lapangan:
Pengawasan Intensif: Mengaktifkan kembali sistem pengawasan harian yang ketat oleh Asper, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), dan mandor terhadap setiap Tempat Penimbunan Getah (TPG).
Pembinaan Tenaga Sadap: Memastikan para tenaga bantuan sadapan (Tabandap) menggunakan teknik penyadapan yang efisien dan berkelanjutan, sehingga tidak merusak tegakan pohon pinus.
Sinergi dan Pelaporan Cepat: Mempercepat koordinasi dan pelaporan dari lapangan ke kantor administratur, memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat jika terjadi kendala produksi.
Bapak Eka Cahyadi menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga dari kualitas getah dan keberlanjutan hutan.
“Kita ingin hasil yang optimal, namun prinsip kelestarian hutan wajib diutamakan.
Pengawalan ini bertujuan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan perusahaan, sekaligus memastikan hubungan kemitraan dengan masyarakat penyadap berjalan harmonis dan saling menguntungkan,” tutupnya, menyatakan optimisme bahwa KPH Banyumas Barat akan melampaui target produksi yang telah dibebankan. (Tugiman)

















