Pangandaran, 86News.co – Sungai Cirapuan yang melintasi wilayah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.kini mengalami pendangkalan yang mengkhawatirkan. Kondisi dasar sungai yang sejajar dengan dasar sawah membuat aliran air tidak mampu tertampung di musim penghujan tiba. Ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu yang berasal dari kawasan pegunungan. Sabtu 11 Oktober 2025
Pendangkalan ini menyebabkan Sungai Cirapuan kehilangan daya tampungnya terhadap limpahan air dari anak-anak sungai yang bermuara ke sungai cirapuan. Dalam beberapa kejadian terakhir, hujan dengan intensitas tinggi selama 3 hingga 4 jam saja menyebabkan air meluap dan membanjiri areal pesawahan warga.
Menurut keterangan warga setempat Yanto M Sidik mengatakan. banjir yang terjadi bukan hanya merusak tanaman padi yang sedang tumbuh, tetapi juga mengancam produktivitas pertanian secara keseluruhan. Kalau hujan deras sebentar saja, air langsung naik ke sawah. Sungai sudah dangkal, tidak bisa menampung air.
“Kondisi sedimentasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tanpa adanya upaya normalisasi yang signifikan. Material lumpur dan pasir yang terbawa dari hulu menumpuk di dasar sungai, mempersempit ruang aliran dan mempercepat proses pendangkalan,”terangnya
Kami selaku para petani memohon kepada dinas terkait agar dilakukan Normalisasi sungai secara menyeluruh. Normalisasi diharapkan dapat memperdalam dasar sungai, memperlebar aliran, dan memperkuat tanggul agar mampu menahan debit air saat musim hujan tiba.
“Dan kami berharap juga ada tindakan nyata dari pemerintah daerah baik dari dinas PUPR bidang SDA ataupun BBWS. Sungai ini vital bagi pertanian warga. Kalau terus dibiarkan, banjir akan semakin sering dan kerugian makin besar,”harapnya
Dengan kondisi yang semakin mendesak, Sungai Cirapuan kini menjadi prioritas utama dalam agenda penanggulangan bencana dan pemulihan lingkungan di wilayah Kecamatan Padaherang. segeralah di tindak lanjuti agar supaya para petani bisa sedikit sejahtra.dengan harapan bisa panen padi setiap musim.
(hendra)













