DPRD Pangandaran Dorong Pemkab Gencarkan Penanaman Pohon Kelapa

Berita, Pemerintahan627 Dilihat
banner 468x60

Pangandaran, 86News.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran mendorong Pemerintah Daerah agar menggencarkan program penanaman pohon kelapa, terutama di wilayah pesisir.

Langkah ini dinilai penting untuk memanfaatkan potensi industri kelapa dari hulu hingga hilir sekaligus mengatasi defisit produksi kelapa lokal yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

banner 336x280

Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, mengatakan pihaknya mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menciptakan kawasan atau hamparan perkebunan kelapa terpadu yang dapat dikembangkan menjadi sentra industri berbasis kelapa.

“Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata baru yang berpotensi bersaing dengan destinasi internasional, seperti yang ada di Thailand,” ujar Asep Noordin, Senin (20/10/2025).

Menurut Asep, upaya peremajaan dan penanaman kelapa secara masif tidak memerlukan alokasi anggaran besar. Pasalnya, ketersediaan bibit kelapa cukup melimpah. Yang dibutuhkan, kata dia, hanyalah kemauan politik yang kuat dari Pemkab untuk menindaklanjuti program tersebut.

“Aspek pemanfaatan pohon kelapa sangat luas. Mulai dari buah, batang, daun, hingga janur (daun muda) semuanya bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Ia mencontohkan, janur kelapa asal Pangandaran saat ini sudah dikirim ke Bali untuk kebutuhan upacara adat. Namun, karena kualitas pasokan yang belum optimal, pemerintah daerah perlu hadir memberikan dukungan teknis dan pembinaan kepada petani kelapa.

Asep menegaskan, Pemkab harus segera menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan kelapa secara komprehensif. Ia menilai, mengandalkan program penanaman dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan saja tidak cukup. Diperlukan perencanaan matang sebagai bukti keseriusan daerah dalam memperkuat sektor perkebunan dan industri olahan kelapa.

Selain itu, lanjut Asep, saat ini permintaan buah kelapa di Pangandaran sangat tinggi, terutama dari pabrik pengolahan besar seperti PT Pecu. Sayangnya, minimnya produksi lokal memaksa industri memenuhi kebutuhannya dengan mendatangkan kelapa dari luar daerah.

“Kondisi ini membuat pasar Pangandaran dibanjiri pasokan kelapa dari luar, padahal potensi sumber daya lokal kita sangat besar dan belum tergarap optimal,” pungkasnya. (Ris)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *