Sumedang -86News co.- Cadas Pangeran, sebuah ruas jalan yang terletak di Sumedang, Jawa Barat, bukan hanya sekadar jalan penghubung. Di balik keindahan alamnya, tersembunyi kisah panjang perjuangan dan pengorbanan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia.Kab.Sumdang Selasa 28/10/2025
Jalan ini dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada awal abad ke-19. Tujuan utamanya adalah untuk memperlancar transportasi antara Batavia (Jakarta) dan Cirebon. Namun, pembangunan Cadas Pangeran tidaklah mudah. Kondisi geografis yang curam dan berbatu memaksa para pekerja, yang sebagian besar adalah rakyat pribumi, untuk bekerja keras dengan alat-alat sederhana.
“Pembangunan jalan ini memakan banyak korban jiwa. Rakyat dipaksa bekerja tanpa upah yang layak, bahkan banyak yang meninggal karena kelaparan dan penyakit,” ujar Abh iyut Sejarawan/Tokoh Masyarakat seorang sejarawan lokal yang meneliti sejarah Cadas Pangeran.
Nama “Cadas Pangeran” sendiri berasal dari peristiwa penting yang terjadi saat pembangunan jalan ini. Pangeran Kornel, penguasa Sumedang saat itu, berani menentang kebijakan Daendels yang dianggap menyengsarakan rakyat. Pertemuan antara Pangeran Kornel dan Daendels di Cadas menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan kolonial.
Kini, Cadas Pangeran telah menjadi bagian dari jalan nasional yang menghubungkan Bandung dan Cirebon. Selain menjadi jalur transportasi yang penting, Cadas Pangeran juga menjadi objek wisata sejarah yang menarik. Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan alam yang indah sambil mengenang sejarah perjuangan bangsa.
“Kita harus terus mengingat sejarah Cadas Pangeran agar generasi muda tahu betapa beratnya perjuangan para pendahulu kita,” kata seorang pejabat pemerintah daerah setempat.
Pemerintah daerah Sumedang terus berupaya untuk melestarikan Cadas Pangeran sebagai sejarah dan budaya. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari perawatan jalan hingga pengembangan potensi wisata sejarah.
Cadas Pangeran adalah ruas jalan di Sumedang, Jawa Barat, yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Jalan ini menjadi saksi bisu perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia dalam melawan penindasan kolonial.
Penulis : Wawan











