Akibat PETI di Pasaman Barat Sumbar Sungai Batahan Madina Tercemar Nyata

Berita, Uncategorized1225 Dilihat
banner 468x60

Madina, 86News.co – Sudah semestinya pemerintah pusat dan Kapolri beserta Komisi III DPR RI menyoroti secara serius aktualisasi aktivitas Pertambangan Emas Ilegal Tanpa Izin (PETI).

Dimana, Hukum tidak boleh kalah akan alat berat penambang-penambang terkhusus di wilayah kabupaten Pasaman Barat provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang ramai pada media online wilayah sekitar terpublikasi, kian hari makin brutal dan tak terkendali yang mana tambang emas ilegal ini justru menyisakan kerusakan lingkungan yang masif, memicu konflik sosial,dan bahkan mengancam keselamatan jiwa dalam kehidupan masyarakat.

banner 336x280

Pasalnya dari monitoring serta investigasi di lapangan mengungkapkan sejumlah tambang PETI di seputaran kabupaten Pasaman Barat provinsi Sumbar menjadi sarang utama para penambang ilegal.

Dengan alat berat jenis excavator, para penambang dengan leluasa mengoyak aliran sungai, menggunduli hutan lindung, mencemari sungai, berujung mengabaikan semua aturan hukum yang berlaku.

Hutan yang dahulu rimbun kini berubah yang kelak makin lebih berdampak negatif.Aliran sungai-sungai yang penuh lumpur kuning kecoklatan Tercemar nyata khususnya di aliran sungai Batahan kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Lebih parahnya, paparan warga praktik tambang emas ilegal ini diduga kuat di back up oleh oknum tertentu, baik dari kalangan aparat maupun tokoh-tokoh lokal dengan dibarengi kekuatan besar yang melindungi aktivitas tersebut.hingga berlarut-larut penertibannya sampai kini.

Setiap hari yang terbiar berlalu tanpa tindakan tegas adalah kedepan hari di mana hutan akan hancur, air makin tercemar, dan warga kian terpinggirkan oleh kerakusan segelintir orang.

“Sudah saatnya pihak berwenang hadir bukan sebagai penonton ataupun azas manfaat, tapi sebagai pelindung rakyat dan penjaga alam. Jika aparat penegak hukum gagal bertindak, dan malah memback up maka bukan hanya Pasaman Barat yang rusak, tapi juga wajah keadilan negeri ini yang tercoreng, yang dampak negatifnya juga dirasakan diwilayah kabupaten Mandailing Natal,”pungkas inisial NL, Jum’at (31/10/2025).

Mirisnya, meskipun aktivitas tambang ilegal ini terang-terangan berlangsung siang dan malam, aparat kepolisian mulai dari Polda Sumbar, Polres Pasaman Barat serta Polsek kurang menunjukkan tindakan fokus & tegas yang sepadan.

“Sumber dari warga lokal menyebutkan bahwa para penambang bahkan merasa aman beroperasi karena “sudah biasa” dan “tidak pernah diganggu aparat karena diduga setoran bulanan lancar,”simpul NL

Harapan selanjutnya diharapkan atensi pihak berwenang dari pihak pusat Pemerintahaan RI untuk tindak lanjuti hal-hal seperti ini demi menghentikan aktivitas yang selalu menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat yang tak berdosa akibat maraknya yang melanggar aturan guna kenyamanan segenap pihak. Tutup NL

(Red/Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *