Agam -86News co.– Bencana banjir bandang yang melanda Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menimbulkan dampak yang sangat dahsyat. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam,Sumatra Barat Jumaat 28/11/2025. pukul 20:00 WIB, menunjukkan bahwa jumlah korban terus bertambah.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Agam mencatat sebanyak 60 orang meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Selain itu, 69 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencari dan mengevakuasi korban yang masih hilang. Kondisi lapangan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam proses pencarian ini,” ujar Agel BPBD, Kepala BPBD Kabupaten Agam, dalam keterangan persnya.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan wilayah terdampak banjir bandang. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu membersihkan material longsor dan puing-puing bangunan yang menghalangi akses ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan memberikan bantuan kepada para pengungsi,” tambah Agel
Ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang saat ini mengungsi di posko-posko pengungsian yang telah didirikan oleh pemerintah daerah dan relawan. Bantuan logistik berupa makanan, air bersih, pakaian, selimut, dan obat-obatan terus disalurkan kepada para pengungsi.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang layak,” kata Bupati Agam, saat meninjau langsung lokasi pengungsian.
Banjir bandang ini diduga disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan meluapnya beberapa sungai dan memicu terjadinya longsor di sejumlah titik. Selain itu, kerusakan lingkungan akibat aktivitas ilegal logging juga diduga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana ini
Pemerintah Kabupaten Agam mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika terjadi hujan deras. Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap tata ruang wilayah dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang dapat merusak lingkungan.
Bencana banjir bandang ini telah menyentuh hati banyak pihak. Berbagai organisasi kemanusiaan, lembaga swadaya masyarakat, dan individu telah memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban. Solidaritas dan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban dan membantu mereka bangkit kembali.
Tragedi banjir bandang di Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi para korban yang masih hilang, semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Red*****












