Jakarta -86News co.- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data terkait korban dan kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 604 orang, sementara 464 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini telah menyebabkan dampak yang sangat luas dan merusak infrastruktur di berbagai daerah, terutama di tiga provinsi yang paling terdampak, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.Selasa 02/12/2025
Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 283 jiwa. Selain itu, sebanyak 169 orang masih hilang dan 613 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini. Kondisi ini menunjukkan tingkat kerusakan dan dampak yang cukup parah di wilayah tersebut, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan banjir bandang yang melanda daerah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Di Sumatera Barat, tercatat sebanyak 165 orang meninggal dunia, 114 orang masih hilang, dan 112 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 156 orang, dengan 181 orang masih dalam pencarian dan sekitar 1.800 orang mengalami luka-luka. Data ini menunjukkan bahwa ketiga provinsi tersebut menjadi pusat perhatian utama dalam penanganan darurat dan proses pencarian serta evakuasi korban.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif. BNPB mencatat bahwa sebanyak 3.500 rumah mengalami kerusakan berat, sementara 4.100 rumah mengalami kerusakan sedang, dan lebih dari 20.500 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mempengaruhi keberlangsungan aktivitas sehari-hari dan perekonomian lokal.
Fasilitas umum yang turut terdampak meliputi 271 jembatan dan 282 fasilitas pendidikan, yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan besar agar dapat kembali berfungsi normal. Dampak sosial yang paling nyata adalah jumlah warga terdampak yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa, dengan 570.700 orang masih mengungsi dan mencari tempat tinggal sementara. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar dalam penanganan kebutuhan dasar, seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.
BNPB bersama dengan pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, serta berbagai organisasi kemanusiaan terus melakukan upaya penanggulangan dan evakuasi. Mereka bekerja keras untuk mencari korban yang masih hilang, memberikan bantuan medis, serta menyalurkan kebutuhan dasar kepada warga terdampak. Pemerintah pusat juga telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas penanggulangan bencana. Selain itu, diharapkan adanya solidaritas dan dukungan dari seluruh elemen bangsa untuk membantu korban dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, mengingat tingginya curah hujan yang masih berpotensi menyebabkan bencana serupa di masa mendatang. BNPB akan terus memperbarui data dan melakukan koordinasi yang intensif untuk memastikan penanganan yang efektif dan efisien demi menyelamatkan nyawa dan memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak.
Red*****











