Kawasan rawan longsor Cadas Pangeran Sumedang Kembali Menunjukkan Tanda-tanda Ancaman Bencana Cadas Panggeran

Berita, Uncategorized1228 Dilihat
banner 468x60

Sumedang -86News co.– Kawasan rawan longsor Cadas Pangeran, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, kembali menunjukkan tanda-tanda ancaman bencana yang mengkhawatirkan. Warga setempat melaporkan adanya pergerakan tanah yang signifikan pada tebing di sekitar area Pos Lantas Cadas Pangeran, yang mengancam terjadinya longsor dan membahayakan struktur bangunan serta fasilitas di kawasan itu.desa cijeruk Kacamatan Pamulihan kab Sumedang jumaat 05/12/2025

Informasi tentang ancaman bencana muncul setelah video amatir beredar di media sosial, di mana terlihat jelas material tanah dan lumpur yang telah meluncur dari tebing curam di sekitar lokasi. Lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat keretakan parah yang menganga tepat di belakang bangunan Pos Polisi yang berada di area tersebut, mengindikasikan bahwa struktur tanah di kawasan Cadas Pangeran semakin labil dan berpotensi terjadinya kejadian longsor skala besar kapan saja.

banner 336x280

Dalam video yang beredar, seorang warga menyampaikan kekhawatiran yang mendesak dan meminta pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan. “Longsor besar. Min, ke BPBD cepat bergerak!” ucap warga tersebut, yang mencerminkan rasa panik dan kecemasan masyarakat akan bahaya yang mengancam.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kawasan Cadas Pangeran telah lama tercatat sebagai zona rawan longsor, terutama selama musim hujan yang sering menimbulkan peningkatan curah hujan dan tanah. Pergerakan dan keretakan yang terlihat saat ini semakin memperparah risiko, tidak hanya bagi bangunan Pos Polisi tetapi juga bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan dan lalu lintas yang melintasi jalan yang melewati Cadas Pangeran.

Setelah menerima laporan dari warga dan melihat bukti video, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang menyatakan akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penilaian kondisi dan penanganan segera. Kepala BPBD Sumedang, yang segera merespons, menyampaikan bahwa tim akan melakukan survei geoteknis untuk menilai tingkat risiko longsor dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian yang lebih parah tidak terjadinya.

“Kami telah menerima informasi dan akan segera mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penilaian. Langkah pertama yang akan kita lakukan adalah memastikan keselamatan warga dan personel yang bekerja di Pos Polisi, serta memeriksa kondisi jalan agar tidak menimbulkan bahaya bagi lalu lintas. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta instansi terkait untuk menentukan penanganan selanjutnya,” ungkap Kepala BPBD Sumedang.

Selain itu, pihak BPBD juga mengimbau warga di sekitar kawasan Cadas Pangeran untuk tetap waspada, menghindari beraktivitas di dekat tebing yang rawan, dan segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda ancaman bencana lainnya. Tim pemantauan masyarakat yang ada di Desa Cigendel juga diminta untuk meningkatkan pengawasan agar setiap perubahan kondisi tanah dapat terdeteksi dengan cepat.

Kepala Desa Cigendel, yang juga terlibat dalam penanganan awal, menyatakan akan membantu pihak BPBD dalam menyebarkan informasi kepada warga dan memfasilitasi akses ke lokasi survei. “Kami akan bekerja sama penuh dengan BPBD untuk memastikan keselamatan warga. Semua warga telah diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang,” ujarnya.

Masyarakat mengharapkan penanganan yang cepat dan tepat dari BPBD agar risiko longsor dapat ditekan dan bahaya yang mengancam dapat dihindari. Semua pihak berharap bahwa langkah-langkah pencegahan yang diambil akan mampu melindungi jiwa dan harta benda masyarakat di kawasan Cadas Pangeran.

Penulis : Wawan

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *