Di Tengah Bencana, Sakdah Mengajak Tokoh Publik untuk Tidak Cari Panggung

Berita, Uncategorized942 Dilihat
banner 468x60

Aceh Selatan, 86News.co – Di tengah bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, pengurus DPD II Partai Golkar Aceh Selatan, Sakdah, ST, menyampaikan kritik tajam namun tetap santun kepada sejumlah tokoh, pengamat, dan pihak-pihak yang menurutnya justru memanfaatkan situasi untuk menonjolkan diri melalui isu-isu viral yang dinilai kurang relevan dengan kondisi lapangan.

Menurut Sakdah, ruang publik saat ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, bukan memperluas sensasi. Ia menilai bahwa perhatian sebagian oknum yang terlalu menyoroti polemik Nazar umrah Bupati Aceh Selatan maupun viralnya foto Wali Kota Langsa di sebuah restoran mewah telah mengalihkan fokus dari persoalan yang jauh lebih mendesak.

banner 336x280

“Hal-hal seperti itu memang tidak patut didukung, tetapi lebih tidak relevan lagi jika kita terus terjebak dalam perdebatan yang tidak memberi manfaat bagi masyarakat terdampak. Fokus kita seharusnya pada kemanusiaan, bukan pada isu viral yang mengaburkan substansi,” tegas Sakdah.

Ia kembali menekankan bahwa ini bukan momentum untuk mencari panggung sensasional. “Ketika Aceh sedang dilanda bencana, perhatian kita harus tertuju pada penderitaan rakyat, bukan pada hal-hal yang justru menjauhkan kita dari isu kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Gubernur Aceh, Mualem, saat ini sedang bergerak dengan penuh tanggung jawab dan empati. Menurutnya, pernyataan-pernyataan gubernur yang menggugah harapan dan disampaikan dengan ketulusan — bahkan dengan air mata — menunjukkan betapa beratnya beban yang dipikul pemerintah dalam menghadapi musibah ini.

“Mualem sedang berada dalam posisi penuh tekanan dan tanggung jawab. Beliau melihat langsung kondisi rakyat yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, dan harta benda. Banyak warga yang masih sangat terpuruk. Dalam situasi seperti ini, apa pantas kita malah sibuk memperbesar isu yang tidak bersentuhan langsung dengan nasib masyarakat?” ujar Sakdah.

Ia menambahkan bahwa perdebatan mengenai keberangkatan bupati untuk menunaikan ibadah Nazar umrah atau foto wali kota yang sedang makan di restoran mewah tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap percepatan penanganan bencana.

Energi publik, menurutnya, lebih baik diarahkan untuk membantu warga terdampak, memperkuat koordinasi lapangan, dan memastikan perhatian nasional serta bantuan dari berbagai pihak dapat segera tersalurkan.

“Tokoh, pengamat, atau siapapun yang punya pengaruh publik seharusnya tampil memberikan analisis konstruktif dan dorongan positif. Jangan terjebak pada isu-isu sampingan yang justru mengaburkan substansi,” lanjutnya.

Sakdah menutup pernyataannya dengan ajakan agar semua pihak, baik masyarakat umum maupun para tokoh publik, dapat menjaga sikap bijak. Ia berharap agar ruang media sosial tidak lagi dipenuhi polemik yang melemahkan semangat kebersamaan, melainkan menjadi medium yang memperkuat solidaritas Aceh.

“Ini momentum untuk menunjukkan kedewasaan kita sebagai masyarakat. Fokus kita bukan pada sensasi, tetapi pada kemanusiaan,” pungkas Sakdah, ST. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *