Bupati Bandung Mengapresiasi Penangkapan 6 Tersangka Peruksakan Kebun Teh Pangalengan Rencana Tanam 20 Ribu Pohon Untuk Pemulihan Lingkungan

Berita, Uncategorized319 Dilihat
banner 468x60

Bandung -86News co.- Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Resor (Polresta) Bandung melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Poresta Bandung yang telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan kebun teh milik PTPN 1 Regional 2 Malabar di Kecamatan Pangalengan. Menurut Bupati Dadang, tindakan polisi ini merupakan langkah tepat dalam menindak tegas pelaku perusakan alam yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan keamanan warga.kab.Banadung kamis 11/12/2025

“Kami sangat menghargai kerja keras Polresta Bandung yang telah cepat bertindak dalam menangkap pelaku perusakan kebun teh ini. Kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, karena dampaknya tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga menambah risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan banjir bandang yang pernah menimpa kawasan Pangalengan beberapa bulan lalu,” ujar Bupati Dadang dalam keterangan resmi yang diterima hari ini.

banner 336x280

Sebagaimana diungkapkan Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono,Pada Rabu 10/12/2025  keenam tersangka tersebut terdiri dari satu aktor utama yang berperan sebagai donatur, satu mandor, dan empat pekerja lapangan. Mereka diketahui melakukan pemotongan tanaman teh secara ilegal di lahan konsesi PTPN sejak tahun 2024, dengan tujuan mengalihkan fungsi lahan menjadi area tanam sayuran. Polisi juga telah menyita sejumlah alat yang digunakan para tersangka dalam melakukan aksi penebangan.

Perusakan kebun teh di Pangalengan sendiri telah mencapai skala yang signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh, luasan kebun teh yang rusak mencapai hampir 150 hektare, setara dengan 210 lapangan sepak bola standar FIFA. Ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa alih fungsi lahan ini memperparah aliran air permukaan (run off) dan menurunkan kapasitas infiltrasi tanah, sehingga risiko banjir di kawasan Bandung Raya semakin meningkat.

Kritik juga datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat yang menyatakan bahwa perusakan kebun teh ini telah mencapai level mengkhawatirkan dan diduga dilakukan secara sistematis. Koordinator Walhi Jabar, Wahyudin, menekankan bahwa hilangnya tutupan tanaman teh yang berperan sebagai penyangga air akan menyebabkan peningkatan sedimentasi di sungai dan memicu banjir lumpur yang mengancam permukiman warga.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Dadang menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung akan bekerja sama erat dengan PTPN dan pihak lainnya untuk melakukan pemulihan lingkungan di lahan yang terkena kerusakan. Rencana utama adalah menanam sebanyak 20 ribu pohon di area tersebut guna memulihkan daya serap air tanah dan melindungi ekosistem.

“Kami tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga pada upaya pemulihan. Bersama PTPN dan berbagai pihak, kami akan melaksanakan penanaman pohon secara terencana untuk mengembalikan fungsi lahan yang semula dan mengurangi risiko bencana di masa depan. Semoga upaya ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas Bupati Dadang.

Bupati Dadang juga mengajak seluruh warga untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam, terutama di kawasan Pangalengan yang merupakan salah satu ikon alam kawasan selatan Bandung. Dengan kerja sama antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, diharapkan kasus perusakan alam tidak terulang lagi dan kawasan Pangalengan dapat kembali menjadi kawasan yang hijau dan aman.

Penulis : Wawan

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *