Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Sumedang Ibu Sonia Sugian dari Fraksi Partai Golkar Meninindak lanjuti Masalah Rutin lahu

Berita, Uncategorized744 Dilihat
banner 468x60

SUMEDANG -86News co. – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Ibu Sonia Sugian, yang juga menjadi anggota Komisi IV DPRD Sumedang yang menangani bidang lingkungan hidup dan pembangunan infrastruktur, melakukan kunjungan langsung dan tinjauan lapangan ke rumah yang roboh milik Emak SOOH di Dusun Cibeurih, Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kab Sumedang pada hari Jumat (12/12/2025).

Kunjungan ini merupakan menindaklanjuti terhadap Rencana Tindak Langkah Penanggulangan Bencana (RUTILAHU) yang diajukan melalui perekatan warga setempat mengenai kondisi hunian yang memprihatinkan akibat dampak lingkungan dan usia bangunan.

banner 336x280

Selama tinjauan lapangan yang dilengkapi dengan tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang, Ibu Sonia sugian melihat langsung kondisi rumah Emak SOOH yang sebagian besar struktur bangunannya telah roboh. Berdasarkan pemeriksaan awal tim teknis, kerusakan disebabkan oleh kombinasi usia bangunan yang sudah lebih dari 30 tahun dan dampak cuaca ekstrem (angin kencang dan hujan deras) yang sering terjadi di daerah Dusun Cibeurih – hal yang termasuk dalam cakupan pengawasan dan penanggulangan masalah lingkungan serta infrastruktur yang menjadi tugas Komisi IV.

“Sebagai anggota Komisi IV yang menangani lingkungan hidup dan pembangunan infrastruktur, saya merasa bertanggung jawab untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk, terutama yang berkaitan dengan keamanan hunian warga akibat faktor lingkungan. RUTILAHU yang diajukan melalui perekatan warga ini menjadi pemicu bagi saya untuk datang langsung melihat kondisi lapangan, karena tidak cukup hanya membaca laporan di meja kerja,” ujar Ibu Sonia dalam sambutannya di lokasi.

Selama bertemu dengan Emak SOOH yang berusia 72 tahun, Ibu Sonia mendengarkan secara mendalam cerita dan kesulitan yang dihadapi keluarga. Emak SOOH yang tinggal s bersama Suaminya yang  mengungkapkan bahwa rumahnya telah mengalami kerusakan bertahap sejak awal tahun 2025, namun kerusakan menjadi parah setelah badai yang melanda daerah tersebut pada bulan Oktober lalu. Atap rumah yang sebagian besar terlepas, Bocor – bocor yang r parah hingga bolong, dan lantai yang bergelombang membuat hunian tersebut tidak layak huni lagi. Keluarga yang berpenghasilan dari pekerjaan petani sempit ini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, apalagi untuk melakukan perbaikan struktur bangunan yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Sonia yang mau meluangkan waktu datang ke rumah kami. Sudah beberapa kali kami mengajukan laporan ke desa melalui perekatan, dan akhirnya ada perwakilan yang mau melihat langsung. Rumah ini sudah tidak aman untuk tinggal, terutama ketika hujan atau angin kencang. Kami tak punya uang untuk memperbaikinya, jadi harap ada bantuan yang bisa kami terima,” ujar Emak SOOH dengan nada harap yang terlihat jelas di wajahnya.

Setelah melakukan tinjauan mendalam dan berkoordinasi dengan tim teknis dari dinas terkait, Ibu Sonia menyampaikan langkah-langkah tindak lanjuti yang akan diambil sesuai dengan rencana RUTILAHU yang telah disusun. Pertama, dia akan segera mengajukan usulan resmi ke Dewan untuk mengalokasikan anggaran bantuan material pembangunan dari APBD Kabupaten Sumedang, yang meliputi semen, batu bata, baja ringan, atap seng, dan material lain yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumah Emak SOOH. Kedua, Ibu Sonia akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menyediakan tenaga teknis yang akan merancang perbaikan rumah yang aman dan tahan terhadap cuaca ekstrem, sesuai dengan standar infrastruktur yang ditetapkan.

“Selain bantuan material dan teknis, saya juga akan mengkoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sementara berupa bantuan sosial tunai (BST) dan sembako kepada Emak SOOH selama proses perbaikan berlangsung. Tujuan adalah agar keluarga bisa tinggal dengan nyaman dan aman di tempat lain sementara rumah mereka diperbaiki,” jelas Ibu Sonia.

Kepala Desa Nagarawangi, Bapak Supriyadi, yang juga hadir dalam kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa perekatan warga yang mengajukan RUTILAHU telah diproses oleh desa sejak 1 minggu yang lalu, namun keterbatasan anggaran membuat desa sulit memberikan bantuan yang memadai secara mandiri. Dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Sonia yang langsung menindaklanjuti kasus ini.

“Kami sangat mendukung upaya Ibu Sonia dalam menindaklanjuti RUTILAHU ini. Desa memang sudah mengetahui kondisi Emak SOOH, namun dengan anggaran yang terbatas, kami hanya bisa memberikan bantuan kecil. Dengan dukungan dari DPRD dan dinas terkait, kami yakin masalah ini bisa segera teratasi dan Emak SOOH bisa kembali tinggal di rumahnya yang sudah diperbaiki,” ujar Bapak Supriyadi.

Selain menindaklanjuti kasus Emak SOOH, Ibu Sonia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan survei singkat terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur di Dusun Cibeurih. Dia melihat bahwa beberapa jalan desa masih rusak, saluran pembuangan air hujan yang terhalang, dan kondisi tanah yang rentan terhadap longsor – semua hal yang menjadi perhatian Komisi IV. Beberapa warga yang hadir juga mengajukan aspirasi tentang kebutuhan pembangunan tempat penampungan sampah dan peningkatan fasilitas pengelolaan limbah.

“Ibu Sonia selalu mau mendengar aspirasi warga. Ini bukan hanya tentang kasus Emak SOOH, tapi juga tentang kondisi umum daerah yang kita tinggali. Kami harap semua aspirasi yang diajukan bisa segera ditindaklanjuti sehingga Dusun Cibeurih menjadi lebih baik,” ujar salah satu warga yang turut hadir, Bapak Surya.

Penutup kunjungan, Ibu Sonia menyampaikan Insa Alloh akan terus memantau perkembangan perbaikan rumah Emak SOOH dan memastikan bahwa semua langkah tindak lanjuti yang dijanjikan berjalan sesuai rencana. Dia juga menekankan pentingnya peran perekatan warga dalam melaporkan masalah yang terjadi di masyarakat, karena ini menjadi saluran penting bagi perwakilan rakyat untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

INSA Alloh saya kepada warga Sumedang tertuma di Kecamatan Rancakalong, adalah saya akan selalu ada di samping Anda untuk mendengar, menindaklanjuti, dan berusaha menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Kasus Emak SOOH adalah contoh bahwa laporan melalui perekatan warga akan selalu mendapatkan perhatian dan tindakan yang tepat, terutama ketika terkait dengan keamanan hunian dan kondisi lingkungan,” tegas Ibu Sonia.

Kunjungan Ibu Sonia Sugian ini diharapkan dapat menjadi contoh kepedulian perwakilan rakyat terhadap kesejahteraan warga dan keberlanjutan lingkungan hidup. Dengan tindakan yang cepat dan terkoordinasi, diharapkan rumah Emak SOOH bisa diperbaiki dalam waktu 1-2 bulan ke depan dan keluarga bisa hidup dengan lebih aman dan nyaman.

Penulis : Wawan.

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *