CILACAP, 86News.co – Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut., menegaskan komitmen instansinya dalam mendukung percepatan Program Strategis Nasional (PSN).
Hal ini disampaikan dalam agenda Sosialisasi Lintas Sektoral (Linsek) terkait Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) yang digelar di wilayah kerja KPH Banyumas Barat.
Dalam arahannya, Eka Cahyadi, S.Hut menyampaikan bahwa sinergi lintas sektoral sangat krusial untuk memastikan pembangunan infrastruktur ekonomi kerakyatan, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tidak terbentur masalah hukum di kemudian hari.
“Kami di jajaran KPH Banyumas Barat mendukung penuh akselerasi Program Strategis Nasional. Melalui sosialisasi ini, kami memberikan panduan yang jelas bagi para stakeholder mengenai mekanisme penggunaan kawasan hutan. Tujuannya agar pembangunan gudang dan kantor Koperasi Desa Merah Putih berjalan cepat, tepat sasaran, dan yang terpenting tetap berdiri di atas koridor hukum kehutanan yang berlaku,” tegas Bapak Eka Cahyadi, S.Hut.
Untuk memastikan teknis pelaksanaan di lapangan berjalan lancar, Bapak Eka Cahyadi mendelegasikan jalannya sosialisasi kepada Wakil Administratur KSKPH, Bapak Ari, dengan menghadirkan jajaran Forkopimcam dan Dandim Cilacap.
Mekanisme Permohonan dan Payung Hukum
Hadir sebagai narasumber teknis, Kasi Utama Hukum dan Kepatuhan Divre Jateng, Bapak M. Fadlon, S.H., memaparkan secara gamblang tata cara dan mekanisme permohonan PPKH.
Penjelasan ini sangat dinantikan oleh peserta, mengingat urgensi lahan untuk KDMP di wilayah seperti Desa Cimurutu, Kecamatan Patimuan, di mana 75% wilayahnya merupakan kawasan hutan negara.
Sinergi Bersama TNI dan Masyarakat
Dandim Cilacap yang hadir dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai komando pelaksana yang ditunjuk untuk mengawal langsung percepatan pembangunan fisik KDMP.
Kolaborasi antara Perhutani di bawah kepemimpinan Bapak Eka Cahyadi, S.Hut. dengan TNI ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi desa.
Harapan Masa Depan
Menutup rangkaian kegiatan, Bapak Eka Cahyadi berharap agar pemanfaatan hutan untuk program strategis ini memberikan dampak nyata.
“Target kami adalah keseimbangan. Hutan tetap terlindungi sebagai aset negara, namun di sisi lain dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui wadah koperasi,” pungkas beliau. (Tugiman)
















