PURWAKARTA -86News co.- Sekitar ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kepala Resor Polisi (Polres) Purwakarta pada Senin (22/12/2025) sore.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan tegas agar penegakan hukum segera diterapkan atas peristiwa dugaan tindak kekerasan yang menimpa salah satu pengemudi ojek online oleh oknum buruh selama aksi demonstrasi di pusat kota Purwakarta.
Mulai sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan pengemudi ojol berkumpul secara teratur di depan gerbang utama Polres Purwakarta. Mereka membawa spanduk dengan tulisan-tulisan yang menyampaikan tuntutan agar pelaku kekerasan ditindak tegas dan keamanan para pengemudi ojol di wilayah Purwakarta selalu dijaga. Selama aksi, para peserta tetap memelihara ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.
Menurut salah satu koordinator aksi, peristiwa kekerasan terjadi ketika rekan seprofesinya sedang melayani penumpang di kawasan pusat kota Purwakarta yang tengah dilalui oleh rombongan demonstran. “Kami mendengar bahwa rekan kami sedang bekerja, tiba-tiba ditangkap dan dikenai kekerasan oleh beberapa orang yang diduga merupakan oknum buruh yang ikut dalam demonstrasi. Dia mengalami luka pada badan dan wajah, dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.
Para pengemudi ojol menyampaikan bahwa mereka tidak menentang adanya aksi demonstrasi yang dilakukan secara damai dan sesuai aturan. Namun, mereka menuntut agar setiap warga, termasuk para pengemudi ojol yang hanya ingin bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga, tidak harus menjadi korban tak bersalah. “Kami bekerja keras setiap hari untuk mencari nafkah, dan kami berhak merasa aman saat melaksanakan tugas. Pelaku kekerasan harus ditangkap dan diproses secara hukum agar tidak ada lagi kasus serupa di masa depan,” tegas salah satu peserta aksi.
Mendengar laporan tentang aksi unjuk rasa, Kapolres Purwakarta langsung bertemu dengan koordinator aksi untuk mendengar tuntutan para pengemudi ojol. Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memberikan jaminan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa dugaan kekerasan yang terjadi. “Kami akan mengusut kasus ini secara tuntas. Tim penyelidikan sudah ditugaskan untuk mengumpulkan bukti dan menemukan pelaku. Kami memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan,” ujar Kapolres Purwakarta.
Kapolres juga meminta para pengemudi ojol untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian. “Kami menghargai solidaritas yang ditunjukkan oleh para pengemudi ojol. Namun, mohon untuk tetap memelihara ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperparah situasi. Kami akan memberikan kabar terbaru seputar perkembangan penyelidikan secepatnya,” tambahnya.
Setelah mendengar jaminan dari Kapolres, para pengemudi ojol memutuskan untuk mengakhiri aksi unjuk rasa pada pukul 16.30 WIB dengan tetap memelihara ketertiban. Mereka berharap bahwa penyelidikan akan berjalan dengan cepat dan pelaku kekerasan segera ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Red***/ Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150














