Lembur pakuan Subang -86News co.– Seorang warga bernama Mas Bambang Ari secara langsung mendatangi Residensi Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan untuk menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi. Permintaan maaf tersebut ditujukan terkait peristiwa demo yang terjadi di Gedung Sate beberapa waktu lalu, di mana terdapat tindakan penghinaan terhadap kepala provinsi Jawa Barat.lembur Pakuan Subang Minggu 28/12/2025
Dalam pertemuan singkat yang berlangsung di halaman Residensi, Mas Bambang mengaku merasa sangat menyesal atas peristiwa yang terjadi selama demo. “Saya benar-benar menyesal, Bapak Gubernur. Saya tidak sengaja terlibat dalam tindakan yang tidak pantas dan menghina Bapak. Saya datang kesini untuk meminta maaf secara langsung, harap Bapak mau memaafkan saya,” ujar Mas Bambang dengan nada yang merendah hati.
Selain membahas tentang permintaan maaf terkait demo, Mas Bambang juga mengungkapkan kondisi pribadinya yang menyedihkan yang membuat banyak yang mendengarnya merasa kasihan Laki-laki yang akrab disapa Mas Bang ini mengaku telah mengalami kesulitan berat di rumah, di mana ia tidak bisa tidur dan tidak diberikan makan oleh istrinya selama dua hari dua malam berturut-turut.
“Sejak kejadian demo, istri saya marah besar padaku. Dia tidak mau berbicara, tidak mau memasak, dan bahkan tidak mengizinkan saya tidur di kamar. Sudah dua hari saya hanya minum air dan tidur di lantai teras rumah. Saya sangat lelah dan lapar, tapi tidak berani melawan,” ceritanya sambil menahan tangis.
Sampai saat ini, tim komunikasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum memberikan respon resmi terkait permintaan maaf Mas Bambang. Namun, beberapa sumber yang mendekati Residensi menyebutkan bahwa Gubernur telah mendengar cerita Mas Bambang dengan penuh perhatian dan meminta agar masalah di rumahnya juga segera diselesaikan dengan damai.
Peristiwa demo di Gedung Sate yang menimbulkan tindakan penghinaan terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menjadi perhatian masyarakat sejak beberapa waktu lalu. Banyak pihak menyarankan agar setiap bentuk ekspresi pendapat dilakukan dengan cara yang sopan, hormat, dan sesuai dengan aturan hukum, agar tidak menimbulkan konflik atau kerusakan.
Untuk kasus Mas Bambang, harapan banyak pihak adalah agar permintaan maafnya diterima dan masalah di rumahnya bisa diselesaikan dengan cara yang damai. Semoga kondisi Mas Bambang segera membaik dan ia bisa kembali hidup dengan tenang bersama keluarga.
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150











