Sumedang -86News co.- Tokoh masyarakat Jawa Barat yang juga dikenal sebagai “Wa Haji” atau Bapak Haji Umuh Muchtar, seorang tokoh penting di Persib Bandung sebagai Komisaris PT Persib Bandung, menyampaikan himbauan kepada masyarakat Sumedang terkait tradisi penyalaan kembang api yang rutin diadakan setiap akhir tahun. Dalam keterangan yang disampaikan di kediamannya,kacamtan Tanjungsari Kab.Sumedang Senin 29/12/2025
Wa Haji mengumumkan bahwa kegiatan tersebut akan ditiadakan sementara pada akhir tahun 2025 sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang mengalami musibah di wilayah Sumatera.
Sebagai sosok yang dikenal banyak warga Jawa Barat, baik sebagai tokoh masyarakat maupun figur di dunia sepak bola yang dicintai, Wa Haji menjelaskan bahwa tradisi penyalaan kembang api di akhir tahun telah lama menjadi bagian tak terpisah dari kegiatan hiburan masyarakat Sumedang.
Setiap tahun, warga dari berbagai lapisan berkumpul di tempat-tempat umum atau di halaman rumah masing-masing untuk menyaksikan ledakan kembang api yang menyinari langit malam, sebagai simbol penghormatan kepada tahun yang telah berlalu dan harapan terhadap tahun baru yang akan datang. Namun, kondisi yang berbeda di tahun ini membuatnya merasa perlu untuk mengambil keputusan yang penuh pertimbangan.
“Kita semua tahu betapa tradisi ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Sumedang. Setiap akhir tahun, ini menjadi momen yang dinanti-nanti untuk berkumpul bersama keluarga, tetangga, bahkan teman-teman dari luar desa, menikmati hiburan sambil berbagi cerita tentang perjalanan tahun yang lalu.
Tetapi, saat ini, kita tidak bisa menutup mata dari kenyataan bahwa saudara-saudara kita di Sumatera sedang mengalami musibah dan duka yang sangat dalam. Kita tidak bisa larut dalam euforia dan kegembiraan sementara mereka sedang berjuang menghadapi kesulitan yang luar biasa,” jelas Wa Haji dalam keterangannya.
Keputusan penundaan penyalaan kembang api, menurutnya, diambil setelah melakukan pemikiran mendalam tentang kondisi yang terjadi di Sumatera. Sebagai sosok yang selalu menekankan pentingnya solidaritas antar warga negara,
Wa Haji menekankan bahwa “bersama dalam suka dan duka” adalah nilai yang harus selalu dijunjung tinggi. Dengan meniadakan kegiatan tersebut, masyarakat Sumedang diharapkan dapat menunjukkan bahwa mereka tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berdampingan dengan saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan.
“Kita sebagai warga satu bangsa, satu tanah air, harus saling mendukung dan menyemangati. Dengan menunda kegiatan ini, kita ingin mengirimkan pesan bahwa kita merasakan duka yang sama dengan mereka di Sumatera. Ini mungkin hanya bentuk kecil dari perhatian kita, tetapi saya yakin akan memiliki makna besar bagi mereka yang sedang dalam kesulitan,” ungkap Wa Haji.
Dia berharap bahwa masyarakat Sumedang, terutama para penggemar Persib Bandung yang juga mengenalnya sebagai Wa Haji, dapat memahami dan penuh mendukung langkah yang diambil. Meskipun tidak ada kembang api yang menyinari langit Sumedang pada akhir tahun ini, Wa Haji menekankan bahwa ada banyak cara lain untuk merayakan akhir tahun dengan penuh makna dan kebahagiaan, seperti berkumpul bersama keluarga untuk berbagi makan malam, melakukan kegiatan amal kebaikan, atau hanya merenungkan tentang hal-hal yang telah dicapai dan tujuan yang akan dicapai di tahun mendatang.
“Kita tidak perlu kembang api untuk membuat akhir tahun meriah. Kita bisa membuatnya lebih berarti dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Misalnya, membantu tetangga yang membutuhkan, mengunjungi orang tua yang sendirian, atau melakukan ibadah bersama untuk meminta keselamatan dan kesejahteraan bagi semua orang. Semua itu jauh lebih berharga daripada sekadar menyaksikan ledakan kembang api yang hanya bertahan sebentar,” katanya dengan semangat.
Dalam kesempatan yang sama, Wa Haji juga menyampaikan harapan yang dalam bahwa situasi di Sumatera akan segera membaik. Dia berdoa agar saudara-saudara yang terkena musibah dapat segera bangkit, mendapatkan bantuan yang cukup, dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Sebagai Komisaris Persib Bandung, dia juga menyebutkan bahwa tim sepak bola yang dia kelola juga siap memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan oleh korban musibah.
“Insyaallah, apabila situasi telah memungkinkan dan semua orang telah kembali tenang, kegiatan penyalaan kembang api ini dapat kembali dilaksanakan di waktu mendatang. Kita akan menunggu sampai saat yang tepat, ketika kita dapat merayakan bersama dengan hati yang damai dan penuh syukur,” ujarnya dengan penuh harapan.
Himbauan dari Wa Haji ini telah mendapatkan tanggapan positif dari sebagian besar warga Sumedang, termasuk para penggemar Persib yang selalu mengikuti langkah-langkahnya. Banyak yang menyatakan bahwa mereka memahami dan mendukung keputusan penundaan penyalaan kembang api, dan siap menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara di Sumatera .
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150










