Terkait Peristiwa Intimidasi Warga Desa Panggalih Setelah Memosting Keluhan Pembangunan 

Berita, Uncategorized1082 Dilihat
banner 468x60

Garut -86News co.-  Seorang warga Desa Panggalih telah mengalami intimidasi yang dilakukan oleh beberapa orang yang diduga merupakan anggota keluarga Kepala Desa (Kades) Koban setelah memposting keluhan terkait pembangunan desa yang dinilai belum maksimal serta rencana perbaikan jalan yang hingga kini belum terealisasikan. Video rekaman amatir yang mengabadikan peristiwa tersebut diunggah melalui akun Facebook milik Holis Muhlisin dan secara mendadak menjadi viral serta menarik perhatian publik luas.Desa panggalih Kac.Cisewu Kab.Garut Jumaat Saptu 03/01/2026

Dalam keterangan yang menyertai unggahan video tersebut, sang warga korban menyatakan, “Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di Desa Panggalih, saya mengalami tindakan yang tidak diharapkan dari pihak tertentu”.

banner 336x280

Unggahan awal yang dilakukan oleh warga tersebut bertujuan untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi infrastruktur desa yang dianggap belum memenuhi harapan masyarakat, khususnya terkait jalan yang sering menjadi kendala bagi aktivitas sehari-hari warga serta penghambat akses distribusi barang dan jasa di wilayah Desa Panggalih.

Dari rekaman video yang beredar, terlihat adegan di mana seorang pria yang diduga anggota keluarga Kades Koban menyudutkan korban, dengan mengeluarkan serangkaian pertanyaan yang bernada menantang.

Pria tersebut tampak mempertanyakan maksud sebenarnya dari warga yang memposting keluhan tersebut, seolah-olah menyiratkan bahwa tindakan menyampaikan kritikan merupakan hal yang tidak pantas atau memiliki motif tersembunyi.

Suasana menjadi semakin memanas ketika seorang wanita juga ikut terlibat dalam insiden tersebut, dengan melontarkan kata-kata kasar dan menambah tekanan terhadap korban. Beberapa bagian rekaman juga menunjukkan bahwa korban terlihat cemas dan berusaha menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mengajak perhatian pihak desa agar pembangunan yang telah direncanakan dapat terealisasikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Peristiwa ini telah menimbulkan keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat lokal dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Garut. Banyak pihak yang menegaskan bahwa setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritikan, dan keluhan terkait urusan publik, termasuk pembangunan desa, sesuai dengan prinsip demokrasi dan transparansi yang seharusnya menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Hingga saat ini, pihak Kepala Desa Koban sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa intimidasi yang melibatkan anggota keluarga tersebut. Namun, beberapa sumber yang tidak mau disebutkan nama mengungkapkan bahwa pihak desa telah mengetahui mengenai peristiwa tersebut dan sedang melakukan langkah-langkah klarifikasi serta koordinasi dengan pihak berwenang terkait untuk menangani masalah ini dengan tepat.

Pihak kepolisian di Kecamatan Cisewu juga telah melakukan langkah awal dalam menindaklanjuti peristiwa ini. Petugas kepolisian telah mengambil keterangan dari korban serta melakukan pemeriksaan terhadap video rekaman yang menjadi bukti utama.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya, serta menghimbau agar setiap bentuk keluhan atau aspirasi disampaikan melalui saluran yang benar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Tokoh masyarakat Desa Panggalih, Bapak Supriatna, menyampaikan harapannya bahwa peristiwa ini tidak akan menjadi penghalang bagi warga untuk terus menyampaikan aspirasi dan mengawasi proses pembangunan desa. “Kita berharap pihak desa dapat melihat hal ini sebagai momentum untuk meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta lebih transparan dalam menjalankan program pembangunan.

Setiap kritikan yang datang seharusnya menjadi bahan evaluasi dan dorongan untuk bekerja lebih baik, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang tidak pantas seperti intimidasi,” ujarnya.

Penulis : Wawan / Budi

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *