BANYUMAS, 86News.co – Menjaga keharmonisan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) menjadi prioritas utama bagi Perhutani KPH Banyumas Barat.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Administratur KPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut., menginstruksikan jajarannya untuk menghadiri undangan silaturahmi tasyakuran khitanan putra salah satu Tokoh Agama di wilayah kerja BKPH Rawa Barat.
Hadir mewakili Administratur, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Rawa Barat, Teguh, S.P., hadir di tengah masyarakat untuk memberikan ucapan selamat sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan para tokoh lintas sektoral.
Pentingnya Kolaborasi di Lapangan
Administratur KPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, menegaskan bahwa koordinasi yang efektif harus dibangun melalui pendekatan humanis. “Kami selalu berupaya merangkul seluruh elemen masyarakat.
Kehadiran kami dalam kegiatan sosial kemasyarakatan adalah bentuk sinergi untuk menciptakan rasa nyaman dan kebersamaan dalam menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Fokus Utama Kegiatan:
Harmonisasi Hubungan: Memperkuat jalinan komunikasi antara Perhutani dengan Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas).
Sinergi Lintas Sektoral: Menciptakan koordinasi yang solid antara pengelola hutan dan masyarakat guna mendukung keberhasilan program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM).
Kamtibmas Kondusif: Dengan membaurnya insan Perhutani di masyarakat, diharapkan tercipta situasi yang kondusif di lapangan, khususnya dalam aspek sosial dan keamanan hutan.
Membaur dengan Masyarakat
Sementara itu, Asper BKPH Rawa Barat, Teguh, S.P., menyampaikan bahwa kehadiran Perhutani dalam momentum pribadi warga/tokoh adalah cara terbaik untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.
“Sesuai arahan pimpinan, kami ingin memastikan bahwa Perhutani hadir tidak hanya sebagai pengelola hutan secara teknis, tetapi juga sebagai bagian dari warga yang saling peduli dan mendukung satu sama lain,” ungkap Teguh.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antara Perhutani KPH Banyumas Barat dengan para stakeholders tetap terjaga demi keberlangsungan fungsi hutan yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas. (Tugiman)











