Rizal SH Minta DPRK Usut Dugaan Kelalaian Dokter di Puskesmas Meukek Aceh Selatan, Jeritan Orang Tua Jadi Dasar Ketukan Nurani

Berita, Uncategorized437 Dilihat
banner 468x60

Aceh Selatan, 86News.co – Kematian balita Muhammad Sultan Al-Fatih diduga akibat penanganan medis yang tidak optimal menuai sorotan keras. Rizal, SH, secara tegas mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan untuk serius menelusuri dugaan kelalaian dokter yang menangani almarhum Sultan hingga berujung pada meninggal dunia.

‎Rizal menegaskan, jeritan hati ayah dan bunda almarhum Sultan bukan sekadar ungkapan duka, melainkan teriakan keadilan rakyat kecil yang wajib menjadi penggugah nurani para wakil rakyat, khususnya anggota DPRK Aceh Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) II Sawang–Meukek.

‎“Ini bukan isu sepele. Ini nyawa seorang anak. Tangisan orang tua Sultan harus mengetuk hati anggota DPRK, terutama yang berasal dari dapil setempat. Jangan diam, jangan bungkam,” tegas Rizal. Rabu (7/1/2026).

‎Menurutnya, DPRK memiliki fungsi pengawasan yang jelas dan tidak boleh abai ketika muncul dugaan serius terkait pelayanan kesehatan yang menyangkut keselamatan pasien, terlebih korban adalah seorang balita.

‎Rizal meminta DPRK segera memanggil pihak-pihak terkait, termasuk manajemen fasilitas kesehatan dan dokter yang menangani pasien, guna membuka duduk perkara secara terang-benderang, objektif, dan bertanggung jawab.

‎“Jika hasil penelusuran membuktikan adanya kelalaian dokter dalam menangani pasien, maka dokter tersebut wajib diusulkan pencabutan surat izin praktiknya. Ini demi keadilan dan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya dengan nada tegas.

‎Ia menilai, pembiaran terhadap dugaan kelalaian medis sama saja dengan mengkhianati amanah rakyat dan membiarkan potensi bahaya terus mengancam keselamatan pasien lain di masa depan.

‎Rizal juga mengingatkan bahwa DPRK Aceh Selatan tidak boleh terkesan pasif atau menutup mata, terlebih kasus ini menimpa rakyat biasa. Berdasarkan cerita dan kesaksian orang tua almarhum, peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam dan luka kemanusiaan, yang sekaligus mengguncang kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di Aceh Selatan.

‎“Ini jeritan rakyat. DPRK harus berdiri di pihak kebenaran dan keadilan, bukan sekadar menjadi penonton. Nyawa anak tidak boleh dianggap angka statistik,” pungkasnya.

‎Kami mendesak DPRK Setempat yaitu saudar Firauza Heldin dari Demokrat, T. Irwandi dari PAN, Surya Asmadi dari Nasdem, Irfan dari PA dan Saudara Mahmud dari PNA, selaku penerima mandat rakyat dari dapil dua untuk turun ke lapangan

‎Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari DPRK Aceh Selatan dan instansi kesehatan terkait guna melengkapi pemberitaan ini. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *