Balita Meninggal, Dokter Pergi ke Banda Aceh Saat Keluarga Masih Butuh Penjelasan

Berita, Uncategorized2055 Dilihat
banner 468x60

Aceh Selatan, 86News.co – Warga masih bertanya-tanya soal meninggalnya seorang balita di Puskesmas Meukek. Bukan hanya soal anak tersebut meninggal, tetapi juga karena dokter yang menangani pasien justru pergi ke Banda Aceh saat keluarga korban masih keberatan dan butuh penjelasan.

‎Tokoh muda Aceh Selatan, Al-Rijal, mengatakan langkah dokter tersebut tidak pantas dan menimbulkan masyarakat curiga. Menurutnya, kalau sudah menyangkut nyawa anak kecil, seharusnya dokter tetap berada di tempat sampai urusan benar-benar selesai.

‎“Masalahnya bukan dokter pergi atau tidak, tapi perginya di saat keluarga masih bertanya dan belum terima. Ini wajar kalau masyarakat jadi bertanya-tanya,” kata Al-Rijal, Kamis (8/1/2026).

‎Ia menjelaskan, walaupun dokter disebut sedang lepas jaga, tanggung jawab dokter tidak langsung selesai. Kalau pasien meninggal, apalagi anak-anak, dokter wajib menjelaskan ke pihak keluarga dengan baik dan tidak menghilang begitu saja.

‎Al-Rijal juga mempertanyakan apakah dokter tersebut sudah minta izin secara resmi sebelum pergi. Apakah sudah izin ke kepala puskesmas, atau ke Dinas Kesehatan, belum ada penjelasan yang jelas ke masyarakat.

‎“Kalau memang ada izin dan aturannya, seharusnya disampaikan ke publik. Supaya tidak muncul dugaan macam-macam,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga menyoroti kenapa balita tersebut tidak dirujuk ke rumah sakit. Padahal, menurut cerita keluarga, kondisi anak sudah semakin lemah.

‎“Kalau puskesmas tidak sanggup, harusnya dirujuk ke rumah sakit. Jangan ditahan. Nyawa anak ini taruhannya,” tegasnya.

‎Menurut Al-Rijal, kepergian dokter di tengah masalah yang belum selesai justru membuat luka keluarga semakin dalam dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan menurun.

‎Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan Aceh Selatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turun tangan dan memeriksa kasus ini secara terbuka. Mulai dari cara menangani pasien, alasan tidak dirujuk, sampai kenapa dokter bisa pergi saat keluarga masih keberatan.

‎“Ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jangan sampai rakyat kecil terus jadi korban,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Puskesmas Meukek menyampaikan bahwa dokter Cut Herfiza berangkat ke Banda Aceh dalam kondisi lepas jaga dan saat ini telah kembali serta aktif bertugas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait prosedur dan izin keberangkatan dokter tersebut dan pihak dokter.

banner 336x280

Redaksi telah berupaya menghubungi Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan melalui panggilan WhatsApp, namun belum mendapat respons meskipun sambungan berdering. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *