Mantan Pimpinan DPRK, TNA Serukan Akal Sehat: Jangan Biarkan Konflik Elite Menghancurkan Daerah

Berita, Uncategorized472 Dilihat
banner 468x60

Aceh Selatan, 86News.co – Tokoh masyarakat Aceh Selatan, Teuku Nazir Ali (TNA), yang juga mantan pimpinan DPRK Aceh Selatan periode 1999–2004, menegaskan pentingnya sikap kedewasaan politik dalam menyikapi pemberhentian sementara Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS.

Ia menilai, dinamika politik yang tidak dikelola dengan baik dan berlangsung terlalu lama berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan, memperlambat pembangunan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Aceh Selatan.

banner 336x280

Teuku Nazir Ali menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ketika konflik elite terus dipertontonkan ke ruang publik tanpa kendali, yang menjadi korban adalah stabilitas pemerintahan dan keberlanjutan pembangunan.

“Ini bukan soal kepentingan kelompok atau pertarungan kekuasaan. Ini soal Aceh Selatan. Jangan sampai konflik elite membuat pembangunan tersendat dan pelayanan publik melemah. Rakyat tidak boleh menjadi korban dari tarik-menarik kepentingan politik,” tegas TNA. Sabtu (10/1/2026).

Ia menilai, kondisi pemberhentian sementara kepala daerah bukanlah situasi ideal bagi Aceh Selatan yang masih sangat membutuhkan percepatan pembangunan serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi. Karena itu, stabilitas politik dan pemerintahan harus dijaga agar program-program strategis tidak terhambat.

Menurut TNA, proses hukum dan mekanisme administrasi pemerintahan harus dihormati sepenuhnya. Namun ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak ditarik menjadi konflik politik berkepanjangan yang justru merusak kepercayaan publik.

“Hukum harus ditegakkan secara objektif, bukan dijadikan alat saling menjatuhkan. Jika semua pihak mampu menahan diri dan berpikir rasional, Aceh Selatan akan tetap aman dan roda pemerintahan bisa berjalan,” ujarnya.

Teuku Nazir Ali, yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Pariwisata Haji dan Umrah serta pengurus Muhammadiyah Provinsi Aceh, mengimbau masyarakat Aceh Selatan agar tetap menjaga sikap kritis dalam menyikapi perkembangan politik daerah, tanpa terjebak pada provokasi atau narasi yang dapat memperuncing keadaan.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam melakukan pengawasan yang sehat dan bertanggung jawab, sehingga roda pemerintahan dapat terus berjalan dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

“Aceh Selatan tidak boleh hancur karena perang dinamika politik yang berkepanjangan. Yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian, stabilitas, dan kerja nyata, bukan kegaduhan politik,” pungkas TNA.

Seruan Teuku Nazir Ali ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa rasionalitas, kedewasaan politik, dan kepentingan rakyat harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap dinamika yang terjadi di Aceh Selatan. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *