Arjuna : PT Asdal Bukan Lagi Layak Dievaluasi, Tapi Harus Ditutup

Berita, Uncategorized1803 Dilihat
banner 468x60

Aceh Selatan, 86News.co – Arjuna, Ketua Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) DPRK Aceh Selatan, melontarkan kritik keras terhadap keberadaan PT Asdal Prima Lestari. Ia menegaskan bahwa perusahaan perkebunan sawit tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan justru menjadi sumber persoalan berkepanjangan di wilayah sekitar operasionalnya.

“Sejak awal masyarakat hanya menuntut hak yang dijamin undang-undang, yakni kebun plasma dan CSR. Itu bukan permintaan berlebihan, itu kewajiban perusahaan. Tapi sampai hari ini, PT Asdal tidak pernah memenuhinya,” tegas Arjuna, Minggu (18/1/2026).

banner 336x280

Menurut Arjuna, selama puluhan tahun PT Asdal beroperasi di Aceh Selatan, masyarakat sama sekali tidak merasakan dampak kesejahteraan. Yang terjadi justru sebaliknya: konflik sosial, ketimpangan ekonomi, dan hilangnya rasa keadilan bagi rakyat di sekitar perkebunan.

“Kalau kita bicara jujur, apa manfaat PT Asdal bagi masyarakat? Tidak ada. Yang ada hanya bala. Perusahaan berlagak jadi tuan di atas tanah rakyat, sementara rakyat sendiri hanya jadi penonton,” kata Eks gerilyawan GAM ini.

Ia menilai PT Asdal tidak lagi layak dievaluasi. Evaluasi, menurutnya, hanya menjadi dalih untuk mengulur waktu, sementara pelanggaran terus dibiarkan. Dalam kondisi seperti itu, langkah paling tegas dan berkeadilan adalah menutup PT Asdal.

“Untuk apa dievaluasi lagi? Aturan negara soal plasma dan CSR sudah tertulis jelas dan wajib dipatuhi. Kalau aturan itu dilanggar bertahun-tahun, itu bukan lagi bahan evaluasi, tapi pelanggaran hukum,” ujar legislator PNA tersebut.

Arjuna menilai pembiaran terhadap PT Asdal mencerminkan lemahnya keberpihakan negara kepada rakyat. Sikap lunak pemerintah, kata dia, justru membuat perusahaan semakin arogan dan merasa kebal hukum.

“Perusahaan ini beroperasi dengan kurang lebih setengah arealnya berada di wilayah Aceh Selatan, namun tidak menunjukkan sikap penghormatan terhadap masyarakat setempat. Kondisi tersebut merupakan ironi besar yang mencederai rasa keadilan dan tidak boleh terus dibiarkan,” tambahnya

Karena itu, Arjuna secara tegas menyatakan bahwa langkah yang paling adil dan bermartabat bukan lagi pembinaan atau peringatan, melainkan penutupan operasional PT Asdal Prima Lestari.

“Jika perusahaan tidak patuh terhadap aturan, mengabaikan kewajiban sosial, serta tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, maka negara wajib hadir. Sikapnya harus tegas: PT Asdal harus ditutup,” tegas mantan Panglima KPA Sagoe Kluet Barat tersebut. (Id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed