BANYUMAS, 86News.co – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat berkomitmen menjaga kualitas produk unggulan dengan memperketat pengawasan penerimaan getah pinus di setiap Tempat Penimbunan Getah (TPG).
Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa seluruh getah yang dikirim ke Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Cimanggu telah melalui pengujian mutu yang akurat dan transparan.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, memberikan instruksi langsung kepada jajaran di lapangan, khususnya melalui Asper BKPH Lumbir, untuk memastikan prosedur operasional standar (SOP) dijalankan tanpa kompromi.
Fokus Utama Pengawasan Mutu
Penyempurnaan pengawasan ini mencakup beberapa aspek krusial di lapangan:
Verifikasi Kadar Air (KA) dan Mutu:
Petugas wajib melakukan pengecekan mendalam terhadap kadar air dan kemurnian getah. Hal ini penting agar tidak terjadi discrepancy atau selisih data kualitas saat barang tiba di pabrik pengolahan.
Transparansi dan Akurasi Data: Pengujian di TPG harus dilakukan secara riil (nyata) dan objektif.
Data yang tercatat di lapangan harus sinkron dengan kondisi fisik getah untuk menjaga kredibilitas produksi KPH Banyumas Barat.
Mitigasi Risiko Penyelewengan: Pengawasan ketat secara berjenjang dilakukan untuk menutup celah terjadinya manipulasi atau penyimpangan oleh oknum petugas di lapangan yang dapat merugikan perusahaan.
Komitmen Menuju KPH Andalan
Dalam arahannya, Eka Cahyadi menekankan bahwa kualitas hasil hutan bukan hanya soal angka, melainkan cerminan dari integritas para rimbawan dalam bekerja.
“Saya minta seluruh jajaran bekerja dengan ikhlas, jujur, dan penuh semangat.
Pengujian di TPG adalah kunci; jika di lapangan sudah benar, maka saat masuk pabrik pun hasilnya akan tetap sama.
Ini adalah langkah nyata kita untuk mewujudkan KPH Banyumas Barat sebagai KPH Andalan,” tegas Eka Cahyadi.
Dengan penguatan sistem kontrol ini, diharapkan arus distribusi getah pinus dari BKPH Lumbir menuju PGT Cimanggu berjalan lancar, memberikan hasil rendemen yang optimal, serta meningkatkan efisiensi operasional Perum Perhutani secara keseluruhan. (Tugiman)
















