Bandung Barat -86News co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa dirinya merasa ada dorongan yang tidak dapat dijelaskan secara logis untuk memesan sebanyak 1.000 box makanan secara pribadi pada Jumat 23/1/2026 sore hari.
Tanpa mengetahui tujuan pasti penggunaannya, ia hanya mengikuti rasa tidak nyaman yang muncul dan menginstruksikan tim untuk mempersiapkan makanan berupa nasi dengan lauk lengkap, sayuran, serta minuman.Di bawan Ke posko korban longsor desa Pasirlangu kac.Cisarua kab Bandung barat Minggu 25/01/2026
“Saya sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin memesan makanan dalam jumlah banyak seperti itu. Biasa saja kalau ada acara resmi pasti kami persiapkan, tapi kali ini tidak ada acara apapun yang direncanakan. Cuma ada firasat kuat bahwa makanan ini akan dibutuhkan oleh banyak orang,” ujar Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan pers di lokasi pengungsian korban longsor di Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, bencana alam longsor menghantam kawasan pemukiman warga di lereng Gunung Burangrang. Sebanyak 30 unit rumah tinggal terimbun material longsor yang terdiri dari tanah, batu, dan puing-puing pohon akibat hujan deras yang terjadi selama beberapa jam berturut-turut. Saat menerima laporan tentang musibah tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung memutuskan untuk membawa seluruh 1.000 box makanan yang telah disiapkan ke lokasi terdampak.
Dalam perjalanan dari Kantor Gubernur di Bandung ke lokasi longsor yang berjarak sekitar 45 kilometer, timnya telah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut makanan beserta bantuan lainnya seperti selimut, tenda darurat, dan kebutuhan kesehatan dasar. Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB, makanan langsung dibagikan kepada korban yang selamat, keluarga korban yang sedang mencari sanak keluarga, serta petugas penyelamat yang telah bekerja sejak dini hari.
“Warga yang menerima makanan sangat bersyukur, karena banyak di antara mereka belum sempat makan sejak kejadian terjadi. Beberapa di antaranya menyebut ini sebagai ‘firasat cigana’ yang datang tepat pada waktunya,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang turut mendampingi.
Sampai dengan pagi hari Minggu (25/1/2026), data sementara dari Tim SAR Gabungan menunjukkan bahwa sebanyak 12 jasad korban telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi, sedangkan sekitar 80 orang lainnya masih dalam status hilang dan pencarian terus dilakukan oleh tim penyelamat yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta relawan masyarakat.
Selain memberikan bantuan makanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menyiapkan paket bantuan finansial bagi korban bencana. Setiap kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau hilang akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta untuk keperluan kontrakan tempat tinggal sementara dan kebutuhan hidup selama dua bulan ke depan. Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga karena bencana ini, akan diberikan bantuan sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga untuk biaya pemakaman dan pemulihan ekonomi keluarga.
“Kami juga sedang melakukan kajian mendalam terkait kondisi geografis kawasan tersebut. Tujuan utama adalah untuk melakukan relokasi warga dari kawasan rawan longsor ke lokasi yang lebih aman. Proses ini akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan keinginan dan kesiapan warga,” jelas Gubernur Dedi Mulyadi.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau seluruh masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama melaksanakan salat gaib pada hari Senin (26/1/2026) sore hari di seluruh masjid dan tempat ibadah lainnya di Provinsi Jawa Barat, untuk memohon keselamatan bagi korban yang masih hilang dan pemulihan bagi daerah yang terkena dampak bencana.
Tim penanganan bencana dari berbagai instansi terus bekerja secara maksimal untuk menangani berbagai aspek mulai dari pencarian korban hilang, pengelolaan pengungsian, penyediaan kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur yang rusak akibat longsor. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah membuka jalur bantuan masyarakat yang dapat disalurkan melalui berbagai kanal resmi yang telah ditentukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150











