Sumedang, 86News co – Di tengah perbukitan yang membentang di Kecamatan Darmaraja dan Wado, Kabupaten Sumedang, berdiri Gunung Padang sebagai situs bersejarah yang menyimpan jejak peradaban masa lampau Sunda Kac. Darmaraja Kab. Sumedang. Kamis 19/02/2026
Gunung ini merupakan petilasan Prabu Permana di Kusumah atau Resi Naga Wiru, Raja Galuh ke-6 yang memerintah pada tahun 724-725 Masehi. Beliau adalah ayah Prabu Ciung Wanara (Raden Suratoma) dari pernikahannya dengan Dewi Naga Ningrum. Tidak sekadar sebagai tempat bersejarah, Gunung Padang juga menjadi saksi bisu perjalanan spiritual para leluhur.
Di lokasi ini, Prabu Permana di Kusumah menjalankan tradisi spiritual “Ngamunia Raja Sunyi” yang bertujuan menyatukan diri dengan alam, menyelaraskan batin, dan mencapai kebijaksanaan sejati. Tradisi ini menjadi bagian penting dari perjalanan hidup para raja Sunda dan Jawa, sebagai tahapan sebelum atau setelah turun dari singgasana menuju “Medang Kamulyaan” atau cahaya kemuliaan hakiki.
Selain Gunung Padang, wilayah Darmaraja juga memiliki sejumlah gunung bersejarah lainnya, antara lain Gunung Lingga, Gunung Surian, Gunung Penuh, Gunung Panis, Gunung Cangak, Gunung Sangiang, Gunung Jagat, dan Gunung Cakrabuana. Gunung-gunung tersebut bukan hanya bentangan alam, melainkan pusat kebijaksanaan dan tempat laku spiritual para leluhur Sunda.
Pada masa Kerajaan Tembong Agung yang didirikan oleh Aria Bimaraksa dan putranya Prabu Aji Putih, kawasan ini menjadi titik pertemuan para resi, rakyat, dan keturunan Raja Galuh. Dalam suasana sakral “Bagala Asih Panyipuhan”, mereka berkumpul untuk memperdalam ilmu batin dan ilmu kanuragan. Tradisi “Ngamunia Raja Sunyi” juga dilakukan oleh penguasa besar lainnya, seperti Sang Batara Tuntang Buana (Prabu Tajimalela) yang mencapai penyatuan diri dengan alam di Gunung Lingga.
Penulis : Wawan
https://tiktok.com/@wawansangkuriang34
https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150
















