Pemberitahuan Mendadak Hanya 1 Minggu Padahal Padi Bakal Panen dalam 1 Bulan ke Depan Biaya Modal yang Dikeluarkan Petani Berpotensi Terbuang Mulus

Berita, Uncategorized683 Dilihat
banner 468x60

BEKASI, JAWA BARATn-86News co  – Suasana khawatir meliputi para petani di Kampung Pasir Kunci, Desa Pasir, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, setelah menerima pemberitahuan mendadak bahwa lahan sawah yang selama ini mereka garap akan digusur untuk keperluan pengembangan lahan. Pemberitahuan yang disampaikan hanya dalam jeda waktu 1 minggu ke depan menjadi momok besar bagi para petani, mengingat tanaman padi yang mereka rawat dengan penuh perhatian akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar 1 bulan lagi.Kampumg Pasir Kunci Desa pasir Kac.Cikarang Selatan Kab.Bekasi Kamis 19/02/2026

Para petani mengaku telah mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk menanam padi pada musim tanam ini, mulai dari pembelian bibit, pupuk, obat-obatan pertanian, hingga biaya untuk penyiraman dan pemeliharaan tanaman sehari-hari. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang terpaksa meminjam uang dari keluarga, teman, atau lembaga keuangan lokal untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut, dengan harapan akan mendapatkan hasil panen yang memadai untuk mencukupi kebutuhan keluarga serta melunasi utangnya.

banner 336x280

“Kalau saja ada pemberitahuan dari awal, kami tentu tidak akan memutuskan untuk menanam padi di lahan ini. Kami sudah merencanakan segala sesuatunya dengan matang, menghitung waktu tanam hingga perkiraan waktu panen agar bisa mendapatkan hasil yang optimal,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya, dengan suara yang penuh kesedihan. Menurutnya, jika alat berat untuk proses gusur benar-benar masuk dalam waktu dekat seperti yang diumumkan, maka seluruh usaha dan modal yang telah dikeluarkan akan terbuang percuma.

“Hanya bisa tarik napas panjang dan merasa sesak di dada saja, karena satu bulan lagi kami sudah bisa memanen dan mendapatkan hasil dari kerja keras kami selama ini,” tambahnya.

Kondisi yang sama juga dialami oleh ratusan kepala keluarga petani yang menggarap lahan sawah di kawasan Kampung Pasir Kunci. Mereka menyampaikan bahwa jika memang lahan tersebut benar-benar akan digunakan untuk kepentingan tertentu, setidaknya pihak berwenang bisa memberikan kebijakan fleksibel dengan mengizinkan para petani untuk memanen terlebih dahulu sebelum proses gusur dilakukan.

Hal ini bukan hanya akan mengurangi beban ekonomi para petani, tetapi juga menunjukkan rasa hormat dan perhatian terhadap usaha serta kontribusi mereka dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.

“Sekarang kami hanya berharap pihak yang berwenang bisa mendengar keluhan dan harapan kami. Kami tidak menentang kebijakan pembangunan atau pengembangan lahan jika memang itu untuk kepentingan bersama, namun mohon dipertimbangkan juga kondisi kami sebagai petani yang sudah mengeluarkan banyak usaha dan modal,” ucap seorang tokoh masyarakat setempat.

Para petani juga menyampaikan bahwa mereka siap untuk melakukan koordinasi dan komunikasi terbuka dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak. Mereka berharap kebijakan yang diambil nantinya tidak hanya memperhatikan aspek pembangunan semata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak para petani yang selama ini telah menjadikan lahan tersebut sebagai sumber mata pencaharian utama keluarga mereka.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait permohonan para petani untuk memperpanjang waktu hingga proses panen selesai dari pihak yang berwenang yang menangani pengembangan lahan tersebut. Para petani terus berharap agar ada tanggapan yang jelas dan solusi yang memadai dalam waktu dekat, sehingga mereka tidak harus merasakan kerugian yang besar akibat pemberitahuan gusur yang datang secara mendadak.

Red / Wawan

https://tiktok.com/@wawansangkuriang34

https://tiktok.com/@wawan.gunawan4150

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *