86NEWS.CO – Malam takbiran Idul Fitri tahun 2026 menjadi momen penuh haru bagi seorang pria bernama Mukrin, yang akrab disapa Ucok. Di tengah gema takbir yang berkumandang menyambut hari kemenangan, ia justru mengenang perjalanan hidupnya yang penuh kehilangan.
Ucok menceritakan bahwa sejak usia 5 tahun, dirinya telah ditinggalkan oleh sang ayah. Sebelum pergi, ayahnya sempat berpesan kepada ibunya agar Mukrin kelak menjadi penerus dan menjaga amanah keluarga.
“Di setiap Idul Fitri, saya merasa kurang bahagia karena rindu sosok ayah,” ungkapnya.
Meski begitu, ia tetap berusaha menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab. Ia bekerja keras dari hasil keringat yang halal, menjaga amanah, serta terus berusaha menjadi pribadi yang kuat dan berguna bagi bangsa.
Dalam doanya, Ucok menyampaikan harapan mendalam:
“Jika ayah sudah tiada, aku doakan Al-Fatihah semoga ayah berada di sisi Allah SWT. Jika ayah masih ada di dunia ini, titipkanlah nama anakmu di setiap bintang, di setiap kibaran Merah Putih dan Garuda Pancasila.”
Ucok juga menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Indonesia, budaya, dan sejarah nasional selalu tertanam di dalam hatinya.
Di malam takbiran yang seharusnya penuh kebahagiaan, kisah Ucok menjadi pengingat bahwa tidak semua orang merayakan Idul Fitri dengan tawa—namun tetap dengan harapan, doa, dan keteguhan hati. (Red)











