Mengapa Bekerja Dari Rumah, (Work From Home)

Opini313 Dilihat
banner 468x60

86NEWS.CO – Pemerintah melalui Menko Perekonomian resmi mengumumkan pemberlakuan sistem berkerja dari rumah alias work from home (MFH) untuk ASN Pusat dan Daerah mulai Rabu (1 April 2026).

Hal ini dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah yang memengaruhi gejolak harga energi dunia.

banner 336x280

Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang tak menentu dan beban subsidi energi yang kian menggerus APBN, kebijakan WFH muncul sebagai sebagai salah satu instrumen strategis.

Secara kalkulasi ekonomi, langkah ini memiliki rasionalitas. Sektor transportasi merupakan konsumen energi terbesar yang menyumbang lebih dari 44% energi nasional (BPS, 2023).

Perdebatan di ruang publik tentang WFH apakah akan efektif diberlakukan untuk jangka panjang atau sekedar merespon kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mungkin tidak berlangsung lama dan akan normal kembali.

Hasil penelitian dari Harvard Business Review (2023) menunjukkan bahwa WFH berpengaruh pada ;

1. Efisiensi Operasional dan Anggaran
Secara administratif, penerapan WFH dalam jangka panjang atau skema hybrid dapat membantu pemerintah dalam menghemat anggaran negara, seperti:
* Pengurangan Biaya Operasional: Menurunkan pengeluaran untuk listrik, air, pemeliharaan gedung, dan biaya umum kantor lainnya.
* Optimalisasi Aset: Memungkinkan pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebutuhan ruang kantor fisik yang luas.

2. Mengurangi Kemacetan dan Polusi Udara
Di kota-kota besar dengan tingkat kepadatan tinggi, WFH sering digunakan sebagai instrumen manajemen lalu lintas.
* Reduksi Volume Kendaraan: Mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya secara signifikan pada jam sibuk.
* Perbaikan Kualitas Udara: Menurunkan emisi gas buang dari kendaraan pribadi maupun transportasi umum, yang berkontribusi pada penurunan polusi udara secara keseluruhan.

3. Peningkatan Kesejahteraan dan Produktivitas Pegawai
Banyak studi menunjukkan bahwa fleksibilitas lokasi kerja dapat berdampak positif pada performa kerja:
* Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-Life Balance): Mengurangi stres akibat perjalanan jauh (komuting) dan memberikan waktu lebih bagi keluarga.
* Produktivitas: Fokus kerja sering kali meningkat karena minimnya gangguan lingkungan kantor yang bising, selama didukung oleh infrastruktur rumah yang memadai.

4. Eliminasi Waktu Tempuh (Commute)
Rata-rata pekerja menghemat 1 hingga 3 jam per hari yang biasanya habis di perjalanan. Energi yang seharusnya terkuras oleh kemacetan dapat dialokasikan langsung untuk tugas-tugas kognitif yang berat.

5. Lingkungan Kerja yang Dipersonalisasi
Di rumah, seseorang memiliki kendali penuh atas pencahayaan, suhu, dan ergonomi ruang kerja. Lingkungan yang nyaman secara fisik terbukti meningkatkan fokus dan durasi kerja efektif.

6. Otonomi dan Fleksibilitas Waktu
WFH memungkinkan karyawan bekerja pada jam-jam puncak produktivitas mereka (peak productivity hours), baik itu pagi hari atau malam hari, yang sering kali sulit dilakukan di kantor.

Bekerja dari rumah juga menyimpan tantangan yang dapat menggerus efisiensi jika tidak dikelola dengan ketat akan menyebabkan; Kaburnya batas pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak pekerja yang bekerja dari rumah mengalami kesulitan untuk berhenti bekerja. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan mental ( burnout) yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas. Begitu juga bisa terjadi gangguan domestik.

Kehadiran anggota keluarga, pekerjaan rumah tangga, atau kurir paket dapat memecah fokus. Tanpa disiplin yang kuat, waktu kerja sering terdistorsi oleh urusan pribadi. Secara teknis bisa juga terjadi misal, koneksi internet atau kurangnya akses langsung ke dokumen fisik tertentu di kantor dapat memperlambat penyelesaian pekerjaan.

Terpenting lagi adalah WFH cenderung membuat komunikasi sangat transaksional dan kaku, yang menghambat proses kreatifitas kelompok. Bekerja dari rumah dapat meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Oleh : Prof Baso Amang (Guru Besar Fakultas Ekonomi &Bisnis FEB UMI Makassar)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *