Borok Program MBG Kampung Laut: Sayur Berulat di SD Panikel 1 dan SMP 1, Pemilik Dapur Menantang: Suruh Rame, Udah Gak Kaget

Berita, Uncategorized385 Dilihat
banner 468x60

CILACAP, 86News.co – Harapan besar siswa-siswi di pelosok Kecamatan Kampung Laut untuk mengecap asupan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbentur kenyataan pahit.

Bukan protein berkualitas untuk mencerdaskan generasi emas, anak-anak di wilayah perairan ini justru disuguhi menu yang jauh dari standar kelayakan dan mengancam kesehatan.

banner 336x280

Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan wali murid, kualitas distribusi serta pengelolaan menu di sejumlah sekolah berada di titik nadir.

Temuan menjijikkan di SDN Panikel 1 dan SMPN 1 Kampung Laut menjadi bukti nyata lemahnya komitmen penyedia jasa dalam menjalankan amanah negara.

Menu Tak Layak: Sayur Berulat hingga Daging Mentah Bukan asupan nutrisi yang didapat, para siswa justru dihadapkan pada sajian yang mengkhawatirkan.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan fakta memprihatinkan mengenai kondisi makanan di dua sekolah tersebut.

“Sangat tidak manusiawi. Di SD Panikel 1 dan SMP 1, ditemukan ulat yang masih bersarang di dalam sayur. Selain itu, buah-buahannya sudah busuk dan berbau, bahkan lauk dagingnya masih mentah di bagian dalam.

Ini sangat berisiko bagi pencernaan anak-anak,” ungkap sumber tersebut dengan nada geram.

Puncak Ironisme: Sikap Masa Bodoh Sang Pemilik Dapur

Di tengah kegaduhan publik dan ancaman kesehatan bagi anak-anak pesisir, muncul ironisme yang menyakitkan dari sang pengelola anggaran rakyat.

HR, selaku pemilik dapur MBG wilayah Kampung Laut, justru menunjukkan sikap yang jauh dari profesionalisme dan etika.

Alih-alih merasa bersalah atau menjanjikan perbaikan kualitas atas temuan sayur berulat tersebut, HR justru memamerkan arogansi yang meremehkan fungsi kontrol sosial.

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp terkait ramainya pemberitaan kualitas makanan yang buruk, ia menjawab dengan nada menantang:

“Nggak papa suruh rame, udah nggak kaget,” tulis HR singkat.

Kalimat “sudah nggak kaget” ini menjadi puncak ironisme dalam pengelolaan program nasional.

Pernyataan tersebut seolah mengisyaratkan bahwa bagi sang pemilik dapur, menyajikan makanan tak layak bagi siswa adalah hal biasa yang tidak perlu dirisaukan.

Sikap masa bodoh ini menunjukkan rendahnya tanggung jawab moral penyedia jasa terhadap masa depan anak bangsa di Kampung Laut.

Ahli Gizi Bungkam, Pengawas Diduga “Makan Gaji Buta” Upaya pencarian fakta terus dilakukan demi keberimbangan informasi.

Redaksi 86news.co telah mencoba melakukan konfirmasi secara resmi dan sopan kepada Mbak Putri, selaku Ahli Gizi yang bertanggung jawab dalam program MBG tersebut.

Konfirmasi dikirimkan untuk menanyakan standar prosedur (SOP) pengolahan serta pengawasan kualitas bahan pangan.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, Mbak Putri sama sekali tidak memberikan respon dan memilih bungkam seribu bahasa terkait temuan ulat dan buah busuk tersebut.

Kondisi ini kian lengkap dengan laporan mengenai kinerja oknum petugas pengawas lapangan yang dianggap “mandul”.

Alih-alih menjadi benteng terakhir pengecekan kualitas, oknum pengawas justru dilaporkan seringkali tidak disiplin dan jarang muncul di jam-jam krusial distribusi.

Desakan Evaluasi Total dan Sanksi Tegas

Masyarakat dan pihak sekolah kini mendesak Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui dinas terkait untuk segera mengambil tindakan drastis:

Putus Kontrak Vendor (HR):

Menindak tegas penyedia jasa yang menunjukkan arogansi dan abai terhadap keselamatan siswa.

Evaluasi Tim Teknis & Pengawas:

Meminta pertanggungjawaban tim ahli gizi dan petugas lapangan yang membiarkan pelanggaran ini terjadi.

Audit Transparansi Anggaran:

Memastikan setiap rupiah uang rakyat benar-benar terwujud dalam makanan yang layak, bukan menjadi ladang keuntungan oknum.

Jika arogansi “tidak kaget” dan sikap bungkam para pemangku kepentingan ini terus dibiarkan, program MBG di Kampung Laut bukan lagi tentang perbaikan gizi, melainkan tentang taruhan nyawa anak-anak sekolah demi keuntungan segelintir orang. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *