GARUT JAWA BARAT -86News co.– Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang, Garut, yang viral di media sosial mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui unggahan di akun TikTok resminya @dedimulyadi71, Gubernur Jawa barat Dedy mulyadi memberikan tanggapan tegas dan meminta pemerintah daerah setempat segera menyelesaikan permasalahan tersebut.Garut Jumaat 03/04/2026
Dalam video yang diunggah, Gubernur Jawa barat Dedy Mulyadi menyoroti keluhan pengunjung yang merasa dirugikan dengan adanya pungutan biaya yang dianggap tidak wajar. Ia menekankan bahwa praktik semacam ini sangat merugikan citra pariwisata Jawa Barat dan harus segera ditindaklanjuti.
“Yth. Pemkab/Pemkot yang berwenang terhadap pengelolaan wisata di daerahnya agar pro aktif terhadap keluhan sejenis ini dan keluhan lainnya. Tentu kurang bagus kalau Pemprov Jawa Barat turun langsung. Hatur nuhun,” tulis Gubernur Dedi dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari unggahan tersebut.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi setiap pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh untuk mengawasi dan mengelola destinasi wisata di wilayahnya masing-masing. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota, seluruh elemen harus bekerja sama memastikan pelayanan yang baik dan transparansi dalam pengelolaan tarif.
“Masuk pantai jangan terlalu banyak pungutan, akibatnya orang marah-marah sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas. Marahnya memang tidak pantas, tetapi penyebab kemarahannya pun perkara yang tidak pantas,” ujar Dedi Mulyadi menanggapi situasi tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa masalah seperti ini seharusnya bisa diselesaikan di tingkat daerah tanpa harus menunggu intervensi dari pemerintah provinsi. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Garut beserta seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah konkret, melakukan evaluasi menyeluruh, dan memastikan tidak ada lagi praktik pungli yang merugikan wisatawan.
“Tolong beresin ya, jangan bikin malu Jawa Barat. Kejadian ini jangan terulang terus di kemudian hari,” tegasnya.
Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi juga mengingatkan bahwa pariwisata adalah aset penting yang harus dijaga bersama. Sikap yang hanya mementingkan keuntungan sesaat justru akan berdampak buruk dalam jangka panjang, membuat wisatawan enggan berkunjung dan merugikan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kalau ada oknum yang masih memungut liar, harus ditindak tegas. Jangan sampai wisatawan enggan datang, sehingga pedagang lokal juga yang rugi,” tambahnya.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat telah melakukan klarifikasi dan menyatakan sedang melakukan penyelidikan terkait ketidaksesuaian tarif yang terjadi. Mereka juga mengakui adanya kekurangan dalam pelayanan yang perlu segera diperbaiki.
Dengan adanya instruksi tegas dari Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, diharapkan permasalahan di Pantai Sayang Heulang dapat segera terselesaikan dan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola wisata di Jawa Barat untuk memberikan pelayanan yang jujur, transparan, dan ramah kepada masyarakat.
Penulis : Wawan











