Tasikmalaya,86news.co – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudadepa, Rahmad Syah membenarkan adanya video viral tentang menu MBG yang dagingnya masih mentah.
“Jadi perihal video viral yang terjadi beberapa hari kemarin, itu benar,” ungkapnya.
Rahmat membenarkan, pada saat itu, kita mendapat laporan dari Kepala Sekolah SMPN 3 Sukahening bahwa dagingnya masih berdarah.
“ Itu kesalahan dari kita, pasti itu akan dijadikan pembelajaran agar tidak terulang lagi,” jelas Rahmad Syah kepada para awak media saat ditemui di Kantor SPPG Kudadepa, Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq Al Khairiyyah, Kp. Ciengang, Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kamis (09/04/2026) siang.
Kemudian, saya datang ke sekolah untuk melihat fakta yang sebenarnya, dan Alhamdulillah di sambut baik diterima di ruang Kepala Sekolah, juga turut hadir perwakilan dari siswa sebanyak 3 orang siswi.
“Kepala Sekolah melaporkan bahwasanya dagingnya kurang matang, masih ada yang merah di dalamnya. Kita pasti mengakui kesalahan, datang ke sana (Sekolah) untuk meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada mereka. Mereka pun memaafkan dan Kepala Sekolah juga memberi saran, keritik serta bertanya kepada perwakilan siswa barangkali mau request menu MBG kepada kita,” sambungnya.
“Kejadian yang ada di video itu terjadi pada Senin 6 April 2026, keesokan harinya kita ganti dengan paket kering sesuai jumlah siswa sebanyak 216 orang”
Hal tersebut kami jadikan pembelajaran yang sangat penting untuk lebih profesional lagi dalam memberikan pelayanan makanan bergizi gratis ini terhadap para penerima manfaat.
“SPPG Kudadepa buka mulai dari tanggal 9 Maret mulai dari angka 307 orang penerima manfaat, serta pada Senin tanggal 6 April kemarin dilakukan pemerataan sehingga menjadi 1741 yang terdiri siswa sekolah, ibu hamil dan balita. Kedepannya kita akan lebih mempererat lagi silaturahmi, dan komunikasi dengan para penerima manfaat,” pungkas Rahmad Syah.
Sementara itu, perwakilan dari Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq Al Khairiyyah, Deswita Maharani menambahkan, kami dari Yayasan memiliki tanggung jawab penuh, kita sudah koordinasi dan komunikasi juga dengan pihak sekolah.
“Kejadian tersebut pasti menjadi bahan evaluasi kedepannya, dan pembelajaran juga untuk para relawan karena background mereka belum semuanya kerja di MBG, serta saat itu pertama kali running dengan jumlah yang besar, jumlah yang banyak,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihak kami juga akan memastikan terkait bahan baku kedepannya selalu bagus keadaannya tidak seperti kemarin, serta dari pengirim bahan baku juga akan kami evaluasi.
“Insya Allah akan memberikan yang terbaik untuk program makan bergizi gratis ini, kejadian kemarin akan menjadi pelajaran, baik dapur maupun Yayasan,” tutur Deswita.
Bl
Post Views: 174