SUMEDANG -86News co.- 12 April 2026 – Gunung Gelis, yang terletak di perbatasan Kecamatan Jatinangor, Cimanggung, dan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam yang memikat. Di balik keindahan pemandangannya, tersimpan legenda dan kisah-kisah kuno yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat setempat .
Nama “Gelis” sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti “cantik” atau “elok”. Namun, bagaimana awal mula nama ini melekat pada gunung tersebut? Berikut adalah kisah-kisah legendaris yang menjadi akar dari sejarah Gunung Gelis
Salah satu versi yang paling populer menceritakan tentang seorang istri dari penguasa wilayah Jatinangor di zaman dahulu. Wanita ini sangat terkenal karena kecantikannya yang luar biasa, sehingga masyarakat menjulukinya dengan sebutan “Putri Gelis”, meskipun nama aslinya tidak diketahui secara pasti .
Suatu ketika, Putri Geulis terserang penyakit dan akhirnya meninggal dunia. Sang suami yang sangat mencintainya merasa sangat berduka. Sebagai tanda cinta abadi dan penghormatan terakhir, ia memutuskan untuk menguburkan jasad istrinya tepat di puncak gunung tersebut .
Sejak saat itu, gunung tersebut dikenal dengan nama Gunung Gelis. Konon, makam yang berada di bawah pohon besar di puncak gunung itulah makam sang putri. Hingga kini, banyak orang yang datang berziarah ke sana, terutama mereka yang ingin memohon doa agar segera mendapatkan jodoh .
Versi lain menceritakan tentang sepasang suami istri yang sudah lama menikah namun belum dikaruniai anak. Sang suami sangat ingin memiliki keturunan, sehingga ia terus berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa .
Hingga pada suatu malam, ia mendapat petunjuk lewat mimpi. Ia disuruh pergi ke sebuah gunung di sebelah timur desanya untuk bertapa selama 40 hari 40 malam. Keesokan harinya, ia menceritakan mimpinya kepada sang istri yang kemudian mengizinkannya pergi .
Sesampainya di gunung, ia pun menjalankan tapa brata dengan tekun. Pada malam terakhir, munculah seorang putri yang sangat cantik jelita. Ternyata, putri itu adalah penunggu gunung yang berwujud manusia. Karena terpesona oleh kecantikannya, sang suami jatuh cinta dan melupakan niat awalnya. Mereka pun menikah dan hidup bersama di sana .
Namun, sang istri di desa merasa cemas karena suaminya tak kunjung pulang. Akhirnya, ia pergi mencari dan menemukan suaminya sedang dililit oleh seekor ular besar. Dengan penuh keberanian dan rasa sayang, ia menjerat ular tersebut dan menyeretnya turun menggunakan kuda ke sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Cikuda (yang berarti “kuda yang diikat”) .
Saat sang istri hendak membunuh ular itu, sang suami mencegahnya. Ternyata, ular itu bukan binatang biasa, melainkan jelmaan dari Putri Gelis, istri barunya. Karena marah dan cemburu, sang istri pertama justru membunuh baik sang suami maupun sang putri ular tersebut. Beberapa hari kemudian, jasad mereka hilang dan konon berubah menjadi makhluk gaib yang menjaga gunung tersebut hingga sekarang .
Selain kisah-kisah di atas, Gunung Gelis juga dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Sumedang Larang. Konon, gunung ini pernah dijadikan tempat pengawasan oleh dua ksatria bernama Raden Gadung dan Nyimas Raja Mantri .
Mereka ditugaskan oleh Mbah Jayaperkasa untuk memantau pergerakan pasukan dari Kesultanan Cirebon. Selama bertugas, kedua ksatria ini sering bersemedi di lima tempat keramat di gunung tersebut, antara lain Goa Batu Balandong, Goa Batu Balay, Batu Taman, Batu Kasur, dan Lawang Kori. Karena kesaktian dan kebaikan mereka, masyarakat meyakini bahwa tempat-tempat ini memiliki karomah hingga sekarang .
Hingga saat ini, cerita-cerita tersebut masih terus diceritakan dari mulut ke mulut oleh warga sekitar. Gunung Gelis tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi simbol keindahan, misteri, dan kearifan lokal yang dijaga turun-temurun.
Nama “Gelis” pun kini menjadi identitas yang mewakili keelokan alam dan kisah-kisah magis yang menyelimutinya, menjadikan gunung ini semakin istimewa di hati masyarakat Jawa Barat, khususnya Sumedang .
Penulis : Wawan
















