Rokan Hulu, 86News.co – Pemkab Rokan Hulu mendorong Masjid Agung Islamic Center Pasir Pengaraian menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat lewat program “Masjid Produktif”.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengelolaan kebun sawit seluas 30 hektar antara Badan Pengelola Masjid Agung dan PT Anugerah Niaga Sawindo, Jum’at (17/04/2026).
Bupati Anton menegaskan pembangunan masjid tak hanya soal fisik, tapi harus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “Masjid harus hidup, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat,” ujarnya.
Skema kemitraan bagi hasil dirancang jangka panjang. Periode 2026-2031, 60 persen hasil kebun untuk biaya investasi dan pemeliharaan. Dari sisa 40 persen, Masjid Agung mendapat porsi 40 persen. Pembayaran perdana dijadwalkan cair dalam waktu dekat.
Masuk periode 2032 atau masa replanting, biaya investasi turun jadi 40 persen sehingga manfaat untuk masjid diproyeksikan makin besar seiring naiknya produktivitas kebun.
Bupati Anton mengapresiasi PT Anugerah Niaga Sawindo dan berharap model ini jadi rujukan sinergi pemerintah, lembaga keagamaan, dan dunia usaha. “Kami harap ini jadi inspirasi bagi perusahaan lain agar CSR diarahkan ke program produktif yang berdampak langsung,” katanya.
Dengan sumber pendapatan baru ini, Masjid Agung Islamic Center diharapkan mandiri secara finansial untuk mendukung program sosial, pendidikan keagamaan, dan pemberdayaan umat. Pemkab Rohul memastikan pengelolaan program dilakukan transparan dan akuntabel.
(***/NR)











