Pekerjaan TPT Penahan Tebing SD Leuwiliang Dengan Anggaran Rp 81 Juta Diduga “Koropok” dan Berbahaya

banner 468x60

BANDUNG -86News co.– Kualitas pembangunan Tembok Penahan Tebing di lingkungan SD Leuwiliang kini menjadi sorotan tajam dan memicu kemarahan warga. Proyek dengan nilai anggaran APBD mencapai Rp 81.134.597,00 ini diduga sangat tidak sesuai spesifikasi dan dikhawatirkan menjadi bom waktu yang membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.Desa tanjungwangi kaca.Cicalengka kab Bandung Kamis 23/04/2026

Pembangunan TPT yang memiliki panjang sekitar 10 meter Kurang lebih dan tinggi mencapai 2,5 meter kurang lebih ini dikerjakan oleh pelaksana bernama CV. Pusaka Prima Jaya. Namun, hasil pekerjaan yang sedang berlangsung justru menuai banyak kritik dari masyarakat setempat.

banner 336x280

Salah satu kejanggalan yang paling terlihat adalah jenis material yang digunakan. Berdasarkan pengamatan warga, batu yang digunakan untuk menyusun tembok ini bukanlah batu kali yang keras, padat, dan berkualitas baik.

“Betul Pak, pekerjaan ini tidak sesuai. Bahan materialnya pakai batu cadas,” ungkap seorang warga setempat bernama A.

Batu cadas dikenal memiliki sifat yang lebih lunak, mudah pecah, dan kurang kuat menahan beban berat serta air dibandingkan batu kali. Penggunaan material ini dianggap sangat tidak wajar mengingat fungsi TPT adalah untuk menahan tanah agar tidak longsor.

Yang membuat warga semakin geram dan khawatir adalah kondisi struktur di bagian dalam tembok tersebut. Menurut pengakuan A. bagian dalam atau dinding penahan tanah tersebut terlihat banyak yang “koropok” dan kosong.

“Lihat dalamannya banyak yang kosong, Pak. Tidak ada adukan semen yang menyatukan batu-batu itu. Hanya ditumpuk saja,” jelas A. dengan nada prihatin.

Diduga kuat, pemasangan batu hanya dilakukan rapi di bagian luar saja (kulitnya), namun di bagian dalamnya bolong-bolong dan tidak dipadatkan dengan campuran semen yang cukup. Hal ini tentu sangat melanggar aturan teknis pembangunan yang aman.

Dengan kondisi material yang diragukan dan struktur yang diduga tidak kokoh, warga memprediksi tembok ini tidak akan bertahan lama.

Kekhawatiran ini sangat beralasan. Air hujan akan mudah meresap masuk ke celah-celah yang kosong tersebut, membuat tanah di belakangnya menjadi luncur dan beban tembok menjadi semakin berat. Jika sampai runtuh, bahaya sangat mengancam karena lokasinya berada tepat di area sekolah.

Keselamatan ratusan siswa dan guru yang beraktivitas setiap hari menjadi taruhannya. Warga takut jika sampai terjadi keruntuhan, bisa menimpa anak-anak sekolah.

Minta Pihak Berwenang Segera Cek Lapangan Masyarakat berharap agar laporan ini segera didengar oleh Dinas PUPR, Inspektorat, maupun pihak sekolah. Mohon untuk segera dilakukan pengecekan ulang (audit) terhadap kualitas pekerjaan CV. Pusaka Prima Jaya ini.

Jangan sampai uang negara sebesar Rp 81 juta habis, tapi hasilnya tidak aman dan justru menyimpan bahaya. Jangan main-main dengan keselamatan anak bangsa.

Penulis : Wawan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *