Surabaya, 86Newe.co – Program Studi S2 Kesehatan Reproduksi Pascasarjana Universitas Megarezky (Unimerz) melaksanakan kegiatan studi banding, kuliah offline, dan praktikum di RSIA Ferina Surabaya.
Dalam Siaran Pers yang diterima Jumat 24 April 2026, disebutkan bahwa Kegiatan tersebut merupakan implementasi kurikulum Tahun Akademik 2025 berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya pada mata kuliah Teknologi Reproduksi Berbantu (Assisted Reproductive Technology/ART), yang dikenal luas sebagai metode in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai capaian pembelajaran sebagai care provider sekaligus educator/inovator, sehingga mampu mengidentifikasi, menganalisis, serta mempromosikan kesehatan reproduksi di masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi S2 Kesehatan Reproduksi, Dr. Sriyana Herman, AMK., SKM., M.Kes., bersama 13 mahasiswa angkatan V dan VI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Papua, dan Ambon.
Turut hadir pula Wakil Direktur II Bidang SDM dan Kerja Sama, Dr. Bdn. Syamsuriyati, S.ST., M.Kes., M.Keb., yang mewakili pimpinan universitas.Kedatangan tim Unimerz disambut hangat oleh Owner RSIA Ferina, Dr. dr. Aucky Hinting, Sp.And., Ph.D., bersama jajaran manajemen rumah sakit. Turut hadir pula Dr. dr. As’hon Saadi, Sp.OG., Sub.Sp. FER, yang merupakan pakar di bidang fertilitas.
Sebelum memasuki sesi materi, peserta mengikuti hospital tour untuk mengenal langsung fasilitas pelayanan dan laboratorium di RSIA Ferina. Salah satu yang menarik perhatian adalah “Aucky Art Room”, ruang yang menampilkan karya seni unik hasil kreasi Dr. Aucky, berupa lukisan dan miniatur proses reproduksi seperti ovum, sperma, IVF, hingga ICSI yang dibuat dari bahan medis bekas.
Ruangan ini menjadi media edukatif sekaligus inspiratif bagi mahasiswa.Setelah sesi tur, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah offline yang disampaikan langsung oleh Dr. Aucky Hinting dan Dr. As’hon Saadi mengenai teknologi reproduksi berbantu.
Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana mahasiswa активно memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan berdialog langsung dengan para ahli, sehingga memperkaya pemahaman mereka secara mendalam.
Para mahasiswa mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan ini karena berkesempatan bertemu langsung dengan pakar fertilitas nasional. Pengalaman tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi serta merancang rencana penelitian di bidang kesehatan reproduksi.
Ketua Program Studi S2 Kesehatan Reproduksi Unimerz menyampaikan bahwa kegiatan studi banding dan kuliah offline ini merupakan agenda rutin setiap semester.
Selain untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring kerja sama dalam tridharma perguruan tinggi serta menjadi langkah awal menuju benchmarking berkelanjutan dengan berbagai institusi layanan kesehatan di Indonesia. (Jahja)

















